Harga Diri Bangsa Dilecehkan Melalui Komodo



http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS4Kc6LRJmLBqx7ezelxeUaQ2_H1MSxgWPJXdX-SN0ns5yX6g9F
Yayasan New7wonders (N7W) secara arogan telah menangguhkan komodo sebagai salah satu hewan yang dikampanyekan dalam tujuh keajaiban dunia. Komodo tidak lagi diikutsertakan dalam kampanye tujuh keajaiban dunia dan akan digantikan oleh peserta yang terdaftar sebagai cadangan dari negara lain. Penangguhan itu dilakukan hingga pemerintah dan konsorsium swasta memenuhi kontrak dan kesepakatan legal. Padahal Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) tidak pernah merasa mendatangani kesepakatan itu. Selain dirugikan, harga diri bangsa dilecehkan oleh yayasan itu. Nasionalisme bangsa besar ini harus segera bereaksi atas tindakan semena-mena itu.

Komodo, atau Varanus komodoensis adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.
Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup. Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.
Yayasan N7W
Yayasan N7W di Zurich yang bertindak sebagai pemrakarsa dan pemilik hak penyelenggaraan sudah menetapkan dan memilih Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan Deklarasi dan Penganugerahan 7 Keajaiban Alam Yang Baru pada tanggal 11 Nopember 2011. Pihak N7W telah melakukan kontrak dengan sebuah konsorsium swasta di Indonesia. Tetapi Kembudpar tidak pernah tahu ada kontrak tersebut. Selama ini Kembudpar baru sebatas mengadakan pembicaraan saja mengenai ketertarikan menjadi tuan rumah dan sama sekali belum terikat kontrak dengan N7W.
Eliminasi kómodo dari kampanye tujuh keajaiban dunia jelas dikaitkan dengan posisi Indonesia sebagai tuan rumah. Indonesia tidak ikut jadi tuan rumah karena tidak siap dengan kondisi biaya. Seharusnya N7W mengeliminasi Indonesia yang tidak sanggup jadi host bukan dieliminasi Komodo yang jadi finalis. Karena penetapan sebagai finalis dari awal tidak berkaitan dengan penyelenggaraan. Sangatlah tidak logis hanya karena tidak membayar US $ 45 juta. Indonesia diminta agar menjadi tuan rumah pengumuman N7W pada 11-11-11 dengan konsekuensi harus memenuhi persyaratan, yakni menyediakan dana sebesar 45 juta dollar atau sekitar Rp 450 miliar.
Pemerintah Indonesia harus mengambil langkah tegas dan kreatif. Bila hal itu semua benar  Indonesia harus keras mempertahankan diri sebagai sebuah bangsa yang besar. Jangan terpengaruh oleh pendapat yang mengatakan bahwa Indonesia kurang cerdas memanfaatkan peluang besar dan kurang memahami pergaulan masyarakat internasional. Meski bangsa ini tidak mampu menyelenggarakan karena masalah dana, bangsa ini jangan mau dilecehkan oleh sebuah yayasan seperti itu. Kalau memang Kembudpar merasa tidak melakukan wanprestasi harus menggugat secara hukum terhadap 7NW. Hal ini bukan saja merugikan Indonesia dalam hal promosi pariwisata. Tetapi juga mencoreng harga diri bangsa di dunia internasional. Kalau perlu ide kreatif untuk melakukan pooling tandingan layak direncanakan untuk mengantisipasi kekecewaan bangsa ini.

by : Widodo Judarwanto

We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life. WARNAILAH INDONESIA DENGAN KEPEDULIAN TERHADAP ANAK, POLITIK BERMORAL, DEMOKRASI SANTUN, HUKUM DAN SOSIAL SEADIL-ADILNYA. Menulislah agar dipahami, berbicaralah agar didengar, dan membacalah agar menjadi besar. SEJUKKAN DAN MAJUKAN INDONESIA DENGAN OPINI POSITIF : LEBIH BAIK MEMILIH "MENYALAKAN LILIN DARIPADA MENGUTUK KEGELAPAN" http://childrenclinic.wordpress.com http://mediaanakindonesia.wordpress.com


Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Harga Diri Bangsa Dilecehkan Melalui Komodo"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info