asyiknya berbhineka tunggal ika
membaca berita akhir - akhir ini yang sebagian besar berujung pada kerusuhan sungguh membuat pedih. hanya gara - gara 1 orang, yang lain yang tidak berhubungan bisa kena imbasnya. menyedihkan. jika masalah ini tidak ada solusi yang tepat, apa jadinya dengan masa depan negara ini, tempat aku pernah lahir, dibesarkan dan mengenal dunia.
lewat tulisan ini aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sangat bangga bahwa aku memiliki teman - teman yang beraneka ragam latar belakang dan keyakinan. karena dengan perbedaan itu, sering kali dalam setiap curhat, bermain entah itu ke mall atau mau ngerjain orang (hehe), dan dalam bekerja, terdapat banyak pandangan, ide dan solusi yang terus bermunculan karena berasal dari pemahaman yang berbeda. hal ini membuat kehidupan serasa jadi kaya dan tidak terpaku pada hal yang monoton, dan memungkinkan adanya kesempurnaan.
dalam 1 masalah, jika terdapat orang - orang yang banyak dan saling membantu, pasti bisa menghasilkan hasil akhir yang indah.
Salam perdamaian dan salam bhineka tunggal ika
Fitri Yulla
Merindukan Sosok Bung Karno….
Pernah sewaktu di SMA, aku disuruh membuat lukisan tentang Pahlawan, tokoh pahlawan yang jadi objek lukisanku adalah Bung Karno, dengan sempurna aku bisa melukiskannya, sehingga guruku sangat senang dengan hasil lukisan tersebut.
Aku pernah cerita sama ayahku tentang kekagumanku pada sosok Bung Karno, ayahku tertawa senang dan dia langsung bercerita, kalau dia pernah bermimpi, sewaktu aku masih bayi aku digendong sama Bung Karno, aku begitu senang mendengar cerita mimpi itu.
[biografi] Siapakah Eli Cohen?
Ilustrasi-Eli Cohen (flickr.com) By : Mahadarma Kepada Nadia, istriku, dan keluargaku yang tercinta. Aku meminta agar kalian tetap bersatu. Aku memohon kepadamu, Nadia, untuk memaafkan aku. Aku meminta agar engkau menjaga dirimu sendiri dan anak-anak, serta berusaha supaya anak-anak dididik dengan baik. Perhatikanlah dirimu sendiri dan usahakanlah agar anak-anak kita tak kekurangan apapun. Peliharalah hubungan baik dengan keluargaku. Aku ingin engkau menikah kembali agar anak-anak tak tumbuh tanpa seorang ayah. Aku berikan kepadamu kebebasan penuh untuk berbuat demikian. Aku mohon agar engkau jangan membuang-buang waktu dengan menangisi aku. Selalu berpikir untuk masa depan. Ku kirimkan ciumku yang terakhir kepadamu, Sophie, Iris, dan Shaul, serta anggota-anggota keluarga lainnya. Jangan lupa untuk berdoa bagi arwah ayahku dan arwahku sendiri. Untuk kalian semua, kuhaturkan cium terakhir dan shalom. -Surat Terakhir Eli Cohen sebelum menjalani hukuman gantung- (18-5-1965) Akhir-akhir ini banyak pihak yang mengaku-aku sebagai intelijen, bahkan surat kaleng tentang PSSI dikatakan ditulis oleh seorang bernama Eli Cohen. Entah sekedar mencari sensasi atau terinspirasi dari kisah hidup seorang legenda intelijen Israel. Siapakah Eli Cohen sesungguhnya? Eli Cohen dikenal sebagai pahlawan, agen mata-mata Israel paling terkenal, bahkan “the most impossible spy“. Lahir di wilayah Yahudi, kota Alexandria pada 16 Desember 1924 (dalam beberapa referensi disebutkan 26 Desember), dengan nama Eliahu ben Shaul Cohen, dari orangtua imigran yang berasal dari Suriah. Eli sangat pandai dalam pendidikan sekolahnya terutama pada bidang matematika dan bahasa, dua ilmu penting dalam spionase, dan kemudian tertarik di bidang persenjataan setelah Mesir terlibat dalam perang Dunia II. Eli bahkan sempat mendaftarkan diri ke Angkatan Bersenjata Mesir, namun ditolak dengan alasan loyalitas yang diragukan, sebagaimana bangsa Yahudi lain di berbagai negara. Israel sudah sejak lama ingin menguasai Dataran Tinggi Golan yang menjadi perbatasan dan benteng alam, Suriah - Israel. Selain strategis secara pertahanan, Dataran Tinggi Golan menyediakan sekitar 30% sumber air untuk Israel, bahkan tiga anak sungai utama Sungai Yordan; Dan, Baniyas, dan Hatzbani semua berasal dari sana. Nilai vital Dataran Tinggi Golan ini yang menyebabkan Israel berkeinginan untuk menguasainya. Pada waktu itu, Suriah yang dibantu oleh Soviet, sedang mencoba untuk mengalihkan sumber sungai Yordan dengan tujuan Israel tidak mendapatkan sumber air untuk negaranya. Perencana Pertahanan Israel membutuhkan data yang akurat dari seorang intelijen mengenai proyek pengalihan air, rencana rekayasa, diagram, peta dan rincian lainnya meliputi rencana modernisasi militer Suriah. Hingga pada 1960 mereka memutuskan untuk merekruit Eli Cohen sebagai agen dan menerjunkannya dalam operasi spionase ke Suriah pada 1961. Eli sudah cukup dikenal karena terlibat dalam Hacherut, sebuah gerakan pemuda Yahudi Mesir. Kemudian, Eli juga terlibat dalam Operasi Goshen, sebuah sandi operasi penyelundupan “pemulangan” ribuan orang Yahudi ke Palestina selama 1945-1948. Setelah diusir dari Mesir dan dipulangkan ke Israel akibat beberapa operasi militer & intelijen Israel terhadap Mesir, ia dipekerjakan di unit kontra-spionase di Departemen Pertahanan Israel. Hingga pada akhirnya ia meminta terjun ke lapangan karena tidak tahan bekerja di belakang meja, dan kemudian direkrut oleh Mossad, dinas Intelijen Israel yang terkenal dan memiliki motto Be’ein Tachbulot Yipoi Am Veteshua Berov Yoetz. Setelahitu Eli Cohen dikenal dengan identitas baru bernama samaran Kamel Amin Tsa’abet, lahir di Beirut, Lebanon dari orangtua asli Suriah. Dalam perjalanan hidup fiktif dan sesuai misi intelijen pertamanya, dikatakan Kamel Amin Tsa’abet bermigrasi ke Argentina dan berdagang tekstil. Dalam misi pertamanya di Argentina, ia berkenalan dengan Kolonel Amin Al-Hafaz (Amin Al-Hafez), atase militer Kedutaan Besar Suriah, yang kelak terpilih menjadi Presiden Suriah melalui kudeta tak berdarah pada tahun 1963. Ini pula yang menyebabkan Eli Cohen bisa masuk ke lingkaran kekuasaan Suriah. Ada pepatah, “Seorang agen yang baik sama nilainya dengan satu divisi tentara”. Eli Cohen dianggap berjasa bagi Mossad dan Israel terutama kontribusinya dalam Perang Enam Hari (1967). Ia mendapatkan data rinti tentang posisi meriam, jumlah pasukan, tank, artileri udara Suriah sepanjang Dataran Tinggi Golan, data bunker, membangun hubungan baik di lingkungan bisnis, militer, dan partai Ba’ath. Dia adalah satu-satunya warga sipil yang diperbolehkan foto di lingkungan instalasi militer Suriah. Eli menyarankan pada pejabat milliter Suriah untuk menanamkan pohon Kayu Putih di Dataran Tinggi Golan dengan alasan kamuflase sekaligus peneduh bagi pasukan militer. Saran yang direalisasikan ini ternyata menjadi penanda titik vital militer Suriah yang dengan mudah dihancurkan Israel. Eli Cohen hampir terpilih sebagai Deputi Menteri Pertahanan Suriah dalam kabinet Presiden Amin Al-Hafez yang sebenarnya dia dipersiapkan untuk jadi Menteri Pertahanan, karena itupula Eli Cohen selalu mendapatkan informasi teraktual dan rinci tentang militer Suriah. Bahkan sebuah rumor mengatakan, ia tinggal 3 langkah lagi menjadi Presiden Suriah. Sampai suatu hari di bulan Januari 1965, puncak dari keluhan operator radio dari kedutaan besar India yang terletak dekat dari apartemen Eli Cohen, mengadu pada polisi karena ada gangguan komunikasi dengan sinyal tinggi di wilayah ini. Di saat yang bersamaan, aparat intelijen Suriah dibantu dengan para penasehat dari Soviet, curiga dengan adanya pengiriman melalui transmisi radio tanpa ijin. Mobil unit pemindai dikerahkan untuk melakukan pelacakan namun tidak berhasil karena waktu pengiriman berita yang dilakukan Eli Cohen sangat singkat. Selain itu, kecurigaan ini muncul karena beberapa kejadian yang seharusnya informasinya sangat rahasia, ternyata sudah diketahui oleh pihak Israel. Beberapa hari sebelum penangkapan, tanpa sepengtahuan Eli Cohen, aparat keamanan Suriah mematikan listrik untuk wilayah tersebut. Eli Cohen menyadari kesulitan yang ia alami untuk mengirim berita ke Israel tanpa listrik, sehingga ia memutuskan menggunakan baterei. Ini pula yang menjadi kesalahan fatal Eli sehingga sinyal radio yang seharusnya tidak ada karena pemadaman listrik menjadi terbaca oleh petugas pemindai. Setelah mengalami beberapa pertimbangan, Dinas Kontra Intelijen melakukan penyergapan dan menemukan perangkat spionase milik Eli Cohen seperti pemancar, bahan peledak mini dengan daya ledak tingkat tinggi. Berakhir sudah perjalanan “the impossible spy”. Eli Cohen dihukum gantung di Martyr’s Square, di tengah kota Damaskus tanggal 18 Mei 1965. Hingga saat ini jenazahnya belum dipulangkan ke Israel. Sebenarnya banyak agen intelijen Israel (Mossad) yang hebat, namun diantaranya adalah Eli Cohen yang paling fenomenal. Kisah hidupnya di filmkan dengan judul, The Impossible Spy (1987). Sumber: “MOSSAD, Menguak Tabir Dinas Intelijen Israel”, penerbit Pustaka Primatama (2007), www.elicohen.org, dan berbagai sumber lainnya. Catatan: Tulisan ini untuk memperkaya sejarah dan pengetahuan kita, tanpa pretensi dikotomi benar dan salah sebuah dinas intelijen.
Hasyim: Sudah Semestinya Ulama Jaga Moral Bangsa
Jakarta (ANTARA) - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, tugas ulama atau tokoh agama adalah menjaga moral bangsa sehingga sudah semestinya tidak berdiam diri ketika terjadi penurunan moral kebangsaan. "Bukankah agama mengatakan kalau kerusakan telah merata dan ulama diam saja, tunggu saat kehancuran," kata Hasyim di Jakarta, Selasa. Karena itu, menurut dia, kritik yang disampaikan sejumlah tokoh agama kepada pemerintah adalah dalam kerangka menjaga moral bangsa yang memang menjadi kewajiban mereka. "Karena di Indonesia yang sedang menghilang adalah moral kebangsaan," kata Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) tersebut. Dikatakannya, politik kehilangan moral amanat dan proteksi kerakyatan, hukum kehilangan moral keadilan dan kesetaraan, pendidikan kehilangan moral karakter, ekonomi kehilangan moral kemerataan dan kesejahteraan bersama, budaya kehilangan martabat serta kepemimpinan kehilangan kejujuran dan keteladanan. Gerakan moral kebangsaan, termasuk yang berbasis nilai lintas agama, kata Hasyim, pasti menyentuh semua itu. Seruan moral agama, lanjutnya, mulai didengar manakala terjadi kejenuhan sosial karena hilangnya moral kebangsaan. "Bahwa gerakan moral akan membuahkan gerakan politik adalah sebuah keniscayaan manakala tidak ada peluang perbaikan," katanya. Karena itu, menurut Hasyim, kritik tokoh lintas agama harus dipahami substansinya demi perbaikan, bukan justru dipersoalkan masalah redaksional atau pilihan kata-katanya. "Tuduhan gerakan lintas agama sebagai kurang sopan harus dikesampingkan karena keselamatan bangsa bukan masalah `unggah ungguh` atau basa-basi, tapi masalah benar atau salah," katanya. Hasyim berharap para tokoh lintas agama tetap bersama dalam menegakkan moral bangsa. "Para aktivis lintas agama tidak perlu khawatir dengan tuduhan politisasi gerakan moral yang akan jadi gerakan politik," katanya.
Andaikan Semua Pejabat Seperti Mereka?
Oleh Ardy Ananta
Tadi pagi waktu saya baca koran (berita lokal) ada salah satu berita yang membuat saya sedikit geram, karena apa. sepertinya ucapan SBY mengenai belum naik gaji selama tujuh tahun itu pun merambat ke DPRD daerah (kebumen) yang notabene kota kecil. yang sepertinya para anggota DPRD kebumen juga menginginkan kenaikan gaji. Padahal kalau dihitung masa kerja mereka belum genap dua tahun. Tapi untungnya ada salah satu LSM yang menentang keras dengan upaya tersebut. Sehingga rencana menganggarkan biaya untuk kenaikan gaji para anggota DPRD pun tidak serta merta langsung bisa terealisasi.
Yang saya heran, apa sih yang ada dalam benak para pejabat, selain keinginan memperkaya diri. masih adakah pejabat-pejabat yang datang atas dasar tulus mengabdi pada pemerintah, pada negara, pada rakyat. bukan untuk memenuhi birahinya guna memperkaya diri.
Tapi, diantara mayoritas pejabat negeri ini yang hanya tahu masalah gaji dan gaji tanpa memikirkan kinerja yang baik dan total, masih ada pemimpin-pemimpin yang dijadikan sebagai teladan dan contoh untuk pemimpin lainnya. Masih ada wakil rakyat yg tulus melayani masyarakat tanpa memprotes haknya yang merasa kurang. Padahal gaji pejabat itu lebih dari cukup (kalau mau hidup sederhana)
Saya yakin , banyak diantara kita yang rindu pada sosok seorang pemimpin yang sederhana, namun sikap dan cara kerjanya tak sederhana, hanya gaya hidupnya yang sederhana. seperti mendiang wakil presiden pertama RI.
Bung Hatta yang sangat sederhana sekali, sampai begitu sederhananya beliau, hingga akhir hayatnya tak sempat memiliki sepatu yang diidamkannya. yaitu sepatu bally, sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally. Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta. Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Beliau tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri. Itulah hebatnya beliau, mampu menahan keinginan untuk menguatamakan kepentingan rakyat, Negarawan Sejati.
Dan satu lagi sosok yang pantas dijadikan sebagai panutan, namun kali ini dari Iran, yaitu Mahmoud Ahmadinejad, Presiden paling sederhana dan patut dijadikan teladan, Dan sepertinya setiap orang yang sudah mengenalnya tahu akan kesederhanan presiden Iran yang satu ini. Salah satu sikapnya yang sangat mencerminkan kesahajaannya adalah ketika di bawah kepemimpinannya, ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhanadan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak. Hebat sekali bukan..
Namun ternyata saat ini Indonesia pun memiliki seorang pemimpin yang sikapnya tidak jauh beda dengan Mahmoud Ahmadinejad, maupun Bung hatta, Ia adalah Wali Kota Solo.. saya kutipkan dai Viva news.
VIVAnews - Urusan gaji pejabat tinggi belakangan ini kian ramai dibicarakan. Pemicunya, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal gajinya yang sudah tujuh tahun tidak juga naik. Tapi tidak semua pejabat negara mempermasalahkan gaji. Walikota Solo Joko Widodo, misalnya.
Walikota yang tengah menjalani masa jabatan dua periode ini ternyata belum pernah sekali pun mengambil gajinya. Bahkan, mobil dinas walikota yang saat ini dipakainya juga merupakan ‘warisan’ pejabat walikota sebelumnya, Slamet Suryanto.
Jokowi panggilan akrab walikota Solo ini menuturkan, Sabtu 28 Januari 2011 hingga hari ini belum pernah melihat ataupun menerima amplop gaji bayarannya sebagai walikota. “Kalau teken saya memang teken tapi tidak pernah lihat amplopnya. Ambil gimana, wong lihat amplopnya saja tidak pernah,” kata dia.
Ketika ditanya kenapa tidak mengambil gajinya, dengan rendah hati ia tidak mau menjawabnya. “Nggak, nggak, saya tidak mau menjawabnya karena terlalu riskan. Yang penting saya tidak pernah ambil gaji. Kalau tidak percaya, tanya saja kepada sekretaris atau ajudan saya,” tegas dia.
Soal mobil dinas, dia juga enggan menggantinya dengan yang baru. Mobil dinas Toyota Camry keluaran tahun 2002 ini merupakan peninggalan mobil dinas walikota Solo sebelumnya, Slamet Suryanto. “Mobil asal bisa dinaikin, tidak perlu mobil baru,” ujar Jokowi.
Selain itu, dia mengaku memang tidak suka gonta-ganti mobil. Seperti halnya mobil pribadinya yang sudah 14 tahun tidak diganti. “Saya bukan sok, tapi saya memang orang nggak punyai birahi terhadap mobil baru. Jenis mobil dinasnya keluaran tahun berapa, saya juga tidak tahu. Silakan tanya Pak Suli saja (sopir walikota). Pokoknya saya naik dan selamat saja,” tutur dia.
Joko Widodo. Wali kota Solo yang harusnya bisa dijadikan sebagai cermianan pemimpin-pemimpin ndonesia saat ini ditengah permasalahan-pernasalahn bangsa. pengangguran yang semakin tak bisa dintanggulangi,PHK, harga-harga kebutuhan pokok yang makin tak terjangkau rakyat kecil, kemiskinan, dan masih banyak lainnya..
Andaikan semua pemimpin-pemimpin kita mempunyai jiwa seperti Pak Joko, saya yakin Indonesia akan sejahtera, dan rakyat hidup bahagia, karena tak ada lagi yang namanya korupsi, tak akan ada lagi jiwa-jiwa pemimpin yang rakus menggerorogoti kekayan bangsa.
Sallam Kompasiana.
Gayus, Sampai Kapanpun I always Love U
oleh : endah sulistyowati
Sayang , tak peduli aku jika hampir semua mahluk hidup di jagad ini akan menghujatmu ,membencimu bahkan ada yang berharap melenyapkan dirimu . Percayalah “ I always beside u in bad time or a good time “ . Itu janji kita waktu kita waktu akan menikah dulu . Menurutmu menikah adalah peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling mencintai, saling menjaga baik dalam keadaan suka maupun duka. Dengan kesadaran tersebut, apapun kondisi rumah tangga yang kita jalani akan menemukan suatu solusi., kalimat itu yang selau engkau ucapakan disaat aku benar benar jatuh , karena tidak ada engkau disampingku lagi
Mungkin engkau benar sayang, Sesungguhnya mereka itu tidak paham dengan apa yang telah menjadi pilihan kita . Sejak awal kita menikah kita sudah punya komitmen bahwa “ Money is The King so Time is Money “ .Uang bisa mewujudkan semua impian kita, memiliki rumah dan mobil mewah,emas batangan ,dan bisa plesiran kapan saja . Tentu saja dengan uang kita akan menjadi raja .
Titah seorang saja akan di turuti oleh siapapun Masih ingat di benakku ketika jaksapun akhirnya menuruti titahmu untuk tidak menghukummu ,juga para pejabat dan petinggi Polri , dan masih banyak lagi tentunya .Ternyata teori Jacob Needleman (ahli pilosofi) yang mengatakan Uang menggerakkan pengaruh emosional yang mendalam terhadap siapa diri kita sebenarnya dan uang juga mempengaruhi kita dalam mengatakan apa yang tidak kita miliki, itu benar adanya dan engkau sudah membuktikan itu
Maka dengan mudah nya ,kita bisa keluar masuk rutan layaknya rumah sendiri.Dan yang lebih membuatku bangga akan dirimu adalah engkau tetap mengunjungi diriku seminggu sekali tetap membuatkan agenda plesiran seperti dulu meski saat ini dirimu seorang napi sayang ..:).Itu caramu untuk membuktikan bahwa engkau adalah suami dan ayah yang bertanggung jawab ,sekali itu karena uang dan uang membuat dirimu bak seorang Raja .
Tentang banyak orang yang heran dengan jumalah uang yang kita miliki , itu juga karena mereka tidak paham dengan falsafah hidup kita bahwa Time is money . Jadi salahkan jika saat ini statusmu sebagai PNS golongan 3A memiliki uang sebanyak itu ?
Mereka tidak tahu bagaimana setiap detik engkau berpikir agar pundi pundi uang bisa masuk ke kantong kita , sehingga salahkan jika kemudian segala cara engkau lakukan untuk mewujudkan itu ?
Sedih rasanya jika dirimu disebut mafia pajak , pada hal aku tahu , mereka yang memberikan uang itu juga mendapat manfaat akan jasamu , bahkan mungkin atasanmu pasti sedikit banyak juga pernah menikmati uang itu , jadi win win solution ,kenapa hanya dirimu yang dijadikan kambing hitam ? tidak fairkan ?
Ah , sebenarnya masih banyak yang akan aku ungkap untukmu , tapi hatiku masih sedih saat ini ,maka maafkan istrimu ini jika tidak mendampingimu saat sidang terakhir kemarin . Aku sangat kecewa karena tetap saja engkau di hukum pada hal aku tahu engkau melakukan itu demi istri ,anakmu dan orang lain
Sayang , aku sudah putuskan untuk keluar dari PNS , agar akau setiap saat bisa mengunjungi mu ,dan tidak akan diberitakan lagi oleh media jika aku mangkir dari tugas . Dan utamanya aku ingin bisa menjadi ibu sejati yang bisa merawat dan mendidik jagoan kita karena besok akan menyandang nama besar Gayus , ayah nya yang hebat
Love U so much Gayus , akan kujalani hari hari sepi tanpa kehadiran mu lagi ..:(
