Arab Saudi Stop Terima Tenaga Kerja Indonesia karena Dikecam Media Indonesia
Sebagai gambaran, inilah daptar TKI yang disiksa dan meninggal pada tahun 2010
| No | Nama | Asal | Negara Tujuan | Kondisi | Tahun |
| 1 | Sumiyati binti Mustafa | Dompu, NTB | Arab Saudi | Kulit mengelupas, luka bakar dan bibir digunting | November 2010 |
| 2 | Biyanti Marsono | Singapura | Dipukul sampai hidung mengeluarkan darah | 2010 | |
| 4 | Indriyani | Lampung | Malaysia | Luka di wajah dan bagian vitalnya | September 2010 |
| 5 | Muntik Hani | Jombang | Malaysia | Meninggal | April 2010 |
| 6 | Slamet Riyadi | Ampelrejo, Jember | Malaysia | Meninggal | 2010 |
| 7 | Karni | Mojmulyo, Jember | Singapura | Meninggal | 2010 |
| 8 | Riadiyanto | Puger Kulon, Jember | Arab Saudi | Meninggal | Februari 2010 |
| 9 | Nafsiyah | Mlokorejo, Jeber | Malaysia | Meninggal | 2010 |
| 10 | Halimah | Cianjur, Jabar | Arab Saudi | Meninggal di Lorong Jembatan di Arab Saudi | Agustus 2010 |
| 11 | Kikim Komalasari | Jabar | Kota Abha, Arab Saudi | Dibunuh dan mayatnya dibuang di tong sampah | November 2010 |
Namun Menurut Ketua komite perekrutan Kadin Jeddah, Yahya Hassan Al-Maqbool, terdapat ketidaksepahaman antara Indonesia dan Saudi terkait upah dan biaya perekrutan TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan sopir. Saat ini jumlah TKI di Arab Saudi telah mencapai hampir 1 juta dan 97 persen di antaranya merupakan pembantu rumah tangga dan sopir.
Berita ini memang dilematis bagi para TKI dan pemerintah, karena pemerintah belum mempunyai alternative lain untuk menyalurkan para TKI ke negara lain, dalam jangka pendek.
Dalam jangka panjang keputusan arab Saudi ini harusnya bagus buat Indonesia, karena tidak aka ada lagi penyiksaan TKI dinegara tersebut, dan pastinya ini menjadi PR bagi pemerintah untuk lebih cepat menarik investor asing, dan memacu industri dalam negeri untuk terus berkembang agar bisa menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya.
Pemerintah juga harus menumbuh kembangkan jiwa wirausaha bagi rakyat Indonesia, program-program yang selama berkaitan dengan penumbuhan UKM dengan bekerjasama degan perguruan-perguruan tinggi, untuk menarik para serjana yang baru lulus agar mau membuka usaha harus lebih digalakkan.
UKM yang sudah ada juga harus lebih di didukung dengan agar lebih cepat berkembang, dengan fasilitas modal yang murah, membantu membukakan akses pasar dan pembinaan manajemen.
Pemerintah juga dalam Jangka singkat, bisa mempercepat program Land reform sehingga petani penggarap, dan petani kecil bisa mendapatkan tanah yang lebih luas, sehingga kemakmuran petani meningkat.
Banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah, dari pada terus “menyembah” negara lain untuk menerima TKI yang bekerja jadi pembantu rumah tangga dan sopir.
Apalagi ini berkaitan dengan harga diri bangsa, yang pastinya tidak senang melihat warga negaranya diperlakukan buruk di negara lain.
Kita sebagai bangsa, harus berterimakasih kepada Arab Saudi, karena dengan ditolaknya TKI ini berarti memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi pemerintah, DPR dan Parpol, untuk tidak terus memikirkan kepentingan pribadi, keluarga dan kelompoknya, tapi berbuatlah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Sobran Holid
Sisi Lain Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi
Lha, setelah thawaf itulah, biasanya saya pergi ke teman-teman para TKI yang bermukim di Saudi Arabia (Makkah). Saya dapatkan informasi banyak seputar keadaan para TKI (lelaki dan wanita) yang sedang bekerja di sana. Ternyata, memang tidak sedikit warga Indonesia yang beling (nakal). Banyak sekali orang Indonesia bertahun-tahun (15) tinggal di Makkah tanpa memiliki Iqomah (KTP).
Memang kedatangan mereka ke Makkah resmi untuk bekerja dan dikontrak oleh warga Arab Saudi sebagai tukang masak, mencuci, menyetrika. Tetapi karena majikannya kasar. Para tenaga kerja wanita banyak yang tidak betah. Apalagi, di antara warga Arab Saudi (juragan) ada yang nakal, kadang usil terhadap para TKW yang masih muda dan cantik. Kadang ada juga juragan yang secara sengaja mengajak ‘‘Ho Ho Hi he” dengan iming-iming gaji (uang) yang tinggi. Bagi yang tidak kuat iman serta mencari uang, ini merupakan kesempatan berharga. Sementara, bagi yang kuat ternoda dan menodahi kota suci Makkah, tidak ada pilihan lain, kecuali kabur dari majikannya.
Pilihan kabur itu karena sudah dipikirkan matang-matang. Kemana harus kabur? siapa yang menampungnya? Ternyata, di sana sudah menjadi rahasia umum, bahwa banyak penampungan wanita (TKW) yang kabur dari majikannya. Di penampungan itulah, para TKW itu bisa berbuat banyak. Dari penampungan itulah para TKI memulai karirnya sebagai TKI yang sesungguhnya.
Para TKW selama berada di penampungan itu, mereka bisa bekerja freelance. Yang perlu dicermati di sini, Saudi telah menetapkan peraturan ketat terhadap para calon jurangan yang ingin mengambil tenaga kerja Indonesia. Setiap warga Arab Saudi yang ingin seorang pembantu asal Indonesia harus bertanggung jawab. Seperti; biaya mendatangkan TKW, membelikan Iqomah (KTP) selama dua tahun dengan biaya yang cukup mahal. Pendeknya, warga Arab Saudi tidak mudah mendatangkan TKW, karena aturan-aturan sangat rumit dan biayanya juga cukup tinggi. Dan, tidak semua warga Arab Saudi itu kaya. Tetapi, hampir semua warga Arab Saudi itu bergaya hidup kaya.
Hampir setiap keluarga di Arab Saudi wajib memiliki tenaga kerja wanita dan sopir pribadi untuk mengantar sekolah anak-anaknya setiap pagi. Untuk mengirit biaya, maka mereka tinggal datang ke penampungan para TKI, untuk memperoleh tenaga kerja Indonesia. Jika di bandingkan dengan mendatangkan TKI dari Indonesia, biaya cukup tinggi. Lebih baik memililih TKI yang kaburan. Perbandinganya, jika TKI kaburan itu hanya membayar 800 -1000 SR, tanpa harus membelikan iqomah, serta biaya-biaya lainnya. Sementara, para TKW yang didatangkan dari Indonesia (PTJKI) dengan bayaran 600 SR, tetapi biaya lainnya cukup tinggi. Sedangkan, tanggung jawabnya cukup cukup tinggi juga. Lebih baik, orang Arab memilih tenaga kerja Indonesia yang Kaburan saja.
Kelebihan-kelebihan tenaga kerja yang kabur ialah (1) Sudah memahami bahasa Arab, (2) Sudah perpenggalaman, (3) Tidak menanggung biaya Iqamah, (4) Kontrak kerjanya fleksibel, bisa 2-3, bulan, bahkan harian. Selain itu, para TKW ini bisa menabung untuk masa depan anak serta keluarganya di Indonesia. Kadang, mereka ketemu jodoh ketika sedang dalam penampungan. Di sisi lainnya, para TKW itu harus membayar uang sewa tempat kepada pemilik (juragan) rumah kontrakan tersebut.
Jumlah tenaga kerja asing di Arab Saudi cukup signifikan. Sebagian dari mereka yang illegal, ketika ingin pulang mengalami kesulitan masalah dokumen dan identitas diri. Agar tidak berbelit-belit, mereka menangkapkan diri agar dideportasi. Setiap tahun banyak tenaga kerja dari Mesir, India, Pakistan, Bangladesh, menelantarkan diri agar supaya dipulangkan tanpa mengeluarkan biaya.
Pemerintah Arab Saudi juga sudah membuat anggaran khusus untuk memulangkan para tenaga kerja itu dengan cara berjama’ah setiap tahun. Perlu digarisbawahi juga, ternyata uang hasil kerja mereka selama di Saudi dikirimkan terlebih dahulu ke negaranya masing-masing. Jadi, mereka tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Setahun kemudian, mereka datang lagi dengan modus yang sama.
Para TKW yang kaburan itu tidak memiliki ijin tinggal. Ketika mereka ingin pulang, tidak ada cara lain kecuali dengan cara menangkapkan diri. Jumlah ini semakin tahun semakin banyak. Hingga menumpuk di bawah jembatan Jeddah. Sebagian dari mereka memang ada yang diholimi oleh warga Saudi. Dan, tidak sedikit dari mereka memang sengaja kabur, agar dipulangkan tanpa harus mengeluarkan biaya. Sebab, biaya pulang cukup besar, tiket pesawat saja mencapai 3000 SR (6 juta).
Oleh karena itu, pemerintah harus tegas. Khususnya menteri Tenaga Kerja harus menindak tegas terhadap PJTKI yang nakal-nakal itu, serta menelusuri penampungan-penampungan (kaburan) tersebut, agar tidak terjadi lagi persolan-pesoalan tenaga kerja Indonesia. Jadi, sebenarnya, yang Nakal itu bukan hanya warga Arab Saudi, tapi warga Indonesia yang bekerja disana juga nakal-nakal.
Karena banyaknya yang nakal, sampai-sampai ada istilah mengelitik dengan sebutan” imigrasi bayangan”. Artinya, orang-orang tertentu bisa membuat paspor Indonesia yang persis dengan aslinya. Persoalan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi tidak sederhana. Mulai dari PJTKI, SDM, Ekonomi, bahasa, serta kultur dan budaya Indonesia juga menjadi persoalan. Siapapun yang menjadi presiden, pasti mumet (pusing) tujuh keliling melihat kondisi TKI di Arab Saudi. Bukan saja membela pemerintah, tetapi realitas dilapangan memang demikian.
Abdul Adzim
Bukan Pelecehan, yang Lucu Lucu di MaLaysia dari Kacamata Indonesia
Minggu pagi ini, mare kita cari yang segar segar, biar enggak cepet tua ya, enggak, ada hal yang lucu lucu jika didengar atau dipandang mata setelah kita sampai di malaysia, Kemarin ada kompasianer yang menulis, ah sama sahaja, kita juga kalau baca kata kata indonesia lucu lucu dan membuat tetertawa……….bener sekali, kerana orang malaysia akan tertawa dan geli jika , kita mengucapkan pontianak, buntut, butuh, pantat, kapan dan masih banyak lagi. Tetapi sebaiknya jangan ngarang ngarang, hehe, Mossok ada yang namanya Jesfi kemarin menulis lah di indonesia juga lucu di telinga malaysia, misal kata kata kandang yang ertinya arena tempat sport, tempat bermain olah raga…….hahaha, tulisnaya.Kan lucu dapat dari mana dia , hahaha, tambah ketawa lagi ne. karena menurut dia kandang itu di malaysia ertinya tempat haiwan………haha, Belum tahu dia, kalau bahasa Indonesia kandang yaitu tempat hewan, lah saya yang sudah mau finish hidupnya, baru tahu kemarin kalau kata kandang itu ertinya seperti yang dia tulis jesfi. Padahal ne di Indonesia, ada kandang kerbau, ada kandang sapi, ada kandang ayam, cuma tak adalah kandang lembu apa lagi kandang mak ayam. kerana mak ayam itu ertinya germo, hahaha Kalau di kandangin ada, dan jago kandang juga ada dan masih banyak lagi, mungkin saja dia tanya hal permain sepak bola indonesia dibilang jago kandang, ertinya jago bermain ditemapt sendiri. Samalah dengan mak ayam, jangan dipisah itu menjadi satu kata, kalau dipisah, mak dengan ayam ertinya akan lain, kalau mak nyah bahasa malaysia, ertinya lain lagi, apa ya……..hehe. Ini semuanya haya untuk intermezo, jangan ada yang marah, mari kita sama sama belajar bahasa indonesaia dan malaysia, supaya sekali waktu ada yang berkunjung ke iandonesia atau ke malaysia, tidak pusing, eh salah lagi, tidak pening, kerana sudah tahu ertinya. Pusing dalam bahasa malaysia, ertinya keliling, kacuk-an ( ini kalau di lampung bisa digamparin orang) ertinya campuran Kepada semuanya, maaf jika tidak berkenan, sesama rakyat serumpun, biar tambah akrab, bukan berkamsud mencela apalagi menghina, tidak ada yang lebih bermakna satu dengan yang lain, supaya kita tahu sahaja. Oke, Terima kaseh. Tadinya tulisan ini dilengkapi dengan gambar gambar, mobil, gembok, sop buntut dan lainnya, cuma admin masih konsep sudah di hapus, tak apa oke-lah Salam dari kuala lumpur.
seperti misalnya
1. pesan es limau, kata teman dikasih kobokan……hehe , kerana es jeruk atau limau orang sini bilang, itu tidak seperti di jakarta, tetapi es dengan wadah gelas plastik transparan, batu es diberi potongan jeruk seperti jeruk sambel yang kecil itu satu buah, yang jika di indonesia itu persis kobokan untuk cuci tangan,bezanya enggak pake es, hehe
2. ABC, jika suatu saat masuk ke medan selera, orang sini mengatakan untuk suatu pusat jajanan serba ada ( pujasera ), jangan bengong itu ber-erti es teler, cuma minus enggak pake nangka, ABC adalah singkatan dari ais batu campur ( abc ), hehe
3. mau pergi meninggalkan rumah, mereka pada cari mangga biar rumahnya aman,bukan apa apa, mangga disini ertinya gembok, olalala. Tahu ya.
4. Ais mata kucing, apaan lagi tu, tanya kompasianer pak taja kemarin di tulisan sop buntut enggak ada di malaysia, dia tidak mengerti dan ada dua orang malaysia sudah menjelaskan yang juga tidak nyambung, padahal itu hal yang sangatt sederhana, itu adalah buah klengkeng, buah yang banyak banget di indonesia dan berjibun dijawa timur, karena berbuah bagus disana, hehehe. Eh orang malaysia baca e adalah i, maka ada kemungkinan mereka akan membaca klengkeng itu menjadi klingking, yang ertin ya akan lain lagi, hahahaha
4. BH, kalau di malysia orang biasa menuliskan BH dimana mana,kerana ada koran berita harian, mereka singkat BH yang aneh didengar dan dibaca rakyat Indonesia, kalau mereka menyebut BH, adalah coly, hoyyoo, jadi belum tahu ya.
5. WTS, lah di kuala lumpur saat ini sejak 2010,tu WTS berkeliaran dimana mana, tidak ada orang yang perduli, apa soal, biarkan saja, engak ada masalah, no problema WTS beredar di kauala lumpur, pagi sianga mupun malam, malahan ada yang ditambahi angka 3500, WTS 3500 hehe.
Kerana apa, kerana WTS di malaysia adalah plat nomor kereta, eh salah lagi plat nomor mobil, hoyyo. Selain itu WTS mereka baca bukan seperti di Indonsia, WTS mereka bacanya, dabel yu ti es…….hehe
dia tanya ke pembokat-nya, apa ertinya jago kandang, setelah dikasih tahu oleh pembokatnya, dia pisah menjadi dua, jago dan kandang………..hehehehe, onno ae.Andika
Let's Say No-maid-to-M-sia Now....walaupun sekarang masih cari makan di malaysia dan yang mau berbagi info..... foto profile terpaksa ganti karena ada yang memasang foto profilenya mirip.....hehe, cuma tki je
Mubarak Pulang Ke Indonesia
Selama ini Mesir dikenal sebagai tangan kanan dari Amerika di jazirah arab hal ini tentunya bukan tanpa alasan. Karena Mesir menguasai terusan Zues yang mana merupakan gerbang utama untuk memasuki timur tengah.
Tetapi dalam tulisan ini tidak akan membahas mengenai kepentingan Amerika di Timur Tengah ataupun hubungan antara mesir dan Israel tetapi lebih kepada kaitannya dengan Indonesia. Ketika melihat gejolak di Mesir maka ingatan masyarakat Indonesia akan sedikit mundur kebelakang yaitu pada tahun 1998.
Hal senada ini lah yang dikatakan SBY dalam salah satu wawancara ketika dia berada di Kupang dalam peringatan hari pers nasional (8/2). Kurang lebih SBY berkata “Mesir adalah sahabat Indonesia, banyak mahasiwa Indonesia yang belajar di sana. Berbeda dengan kebanyakan pemimpin dunia yang memberikan pernyataan yang keras atau menggebu-gebu seputar gejolak politik di Mesir. Indonesia lebih memilih untuk memberikan pandangan-pandangan atau berbagi pengalaman karena bagaimanapun juga kita pernah mengalami kondisi serupa.”
Apa yang dikatakan oleh presiden SBY tersebut merupakan suatu Ironi di satu sisi. SBY menempatkan Mesir seolah-olah sebagai anak kecil yang membutuhkan bimbingan dari seniornya, dalam hal ini konteksnya adalah reformasi sebagai cerminan demokrasi.
Entah bagaimana bentuk “masukan” yang diberikan oleh presiden SBY ke pada Husni Mubarak. yang jelas pada titik ini masyarakat Mesir perlu melihat Indonesia. Refrmasi 98 di Indonesia mirip dalam satu hal dengan apa yang terjadi di Mesir yaitu lebih fokus kepada jatuhnya rezim diktator, tanpa mempertimbangkan siapa yang menggantikannya.
Di Indonesia ketika seorang Tiran mundur dan kemudian euforia reformasi berbalut demokrasi menyergap segenap masyarakatnya di seluruh penjuru Indonesia rupanya malah melahirkan tiran-dalam jumlah yang banyak.
Tiran dalam jumlah banyak ini lah yang kemudia “mengkondisikan” masyarakat Indonesia tetap dalam kemiskinan dan kebodohan, meminjam istilah yang digunakan oleh Quraish Shihab yaitu kemiskinan dan kebodohan struktural.
Sedikit berbeda dengan revolusi Kuba di mana masyarakat telah menyiapkan sosok pemimpin yang akan menggantikan rezim Batista. Masyarakat Mesir khususnya pemuda Mesir perlu belajar dari dua dimensi ini.
Apalagi pernyataan mundurnya rezim Mubarak malah di lakukan oleh wakilnya bukan oleh dirinya sendiri dan dikatakan bahwa untuk sementara waktu pemerintahan akan dipegang oleh Militer. Jika masyarakat Mesir kurang kritis terhadap permasalahan ini maka kondisi di Mesir sama dengan istilah gali lubang tutup lubang atau keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya.
Gejolak politik di Mesir juga di Tunisia dengan mundurnya Ben Ali seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi Presiden SBY yang mengaku sebgai sahabat Mesir. Kondisi sosial-politik di Mesir yang hanya dikuasai oleh satu golongan saja, permasalahan ekonomi yang membelit, menjadi pemicu bagi masyarakat Mesir untuk bergerak.
Lantas bagaimana dengan di Indonesia ketika sekarang ini 10 tahun setelah reformasi kondisi di lapangan malah berbicara jauh dari cita-cita reformasi. Pemimpinnya sibuk dengan pencitraan, memukul gong perdamaian tetapi dua hari setelahnya malah muncul kericuhan di beberapa kota yang berebau SARA.
SBY masih memiliki waktu tiga tahun lagi untuk menunjukan kualitas kepemimpinannya bukan secara kuantitatif, kumpulan data-data statistik yang dibuat oleh lembaga survei milik pemerintah.
Banyak pengamat yang menyatakan bahwa ada kemungkinan kondisi di Mesir juga akan terulang kembali di Indonesia pada saatnya nanti. Ketika masyarakat sudah berdiri pada titik ketidak percayaan pada pemerintah Indonesia. Ketika SBY berkata dia banyak memberikan masukan ke Mesir seharusnya yang tepat adalah SBY harus belajar banyak ke Mesir.
Terlepas dari itu semua rencannya Presiden Husni Mubarak akan kembali ke Indonesia untuk meneruskan usahanya, melanjutkan usaha keluarga, yang cukup terkenal di Jawa khususnya Jawa Tengah yaitu berjualan Jenang kudus Mubarak. Sukses dan salut untuk pak Mubarak kerena tidak mengalamai post power syndrom pasca lengser.
Written by Kementerian Sosial Politik BEM KM Undip 2011
By :
Bem Km
Detik-detik Bersejarah Turunnya Hosni Mubarak
Hari ini BBC menyiarkan bahwa Presiden Hosni Mubarak akhirnya memberikan pidato yang disiarkan oleh stasion televisi Mesir. Bahwa beliau akan secepatnya mengundurkan diri. Pidato Presiden Mubarak diberikan setelah beliau melakukan rangkaian pembicaraan dengan Sekretaris Jendral Hossan Badrawi yang mewakili partai NDP/National Democratic Party. Pidato yang disiarkan oleh Mubarak disambut dengan teriakan yel-yel oleh massa yang sudah sekitar 3 minggu menempati Tahrir Square. Disinyalir massa semakin berdatangan memenuhi tempat ini. Jutaan massa malam ini kamis 10/feb memenuhi Tahrir Square, dan seluruh stasion televisi dari seluruh dunia menyiarkan moment yang bersejarah ini.
Rakyat berteriak ” Mubarak out ”, “Arrested Mubarak”.
Dengan resminya pidato pengunduran diri Mubarak ini, maka otomatis yang akan menggantikan kedudukan Mubarak adalah Wakil Presiden Omar Suleiman. Demikian pemberitaan dari NBC -Amerika. Namun massa Mesir tidak menyukai Wakil Presiden Omar Suleiman. Jadi besar kemungkinan akan terjadi Coup de tat yaitu kekuasaan negara akan dipegang oleh Militer. Hari ini tiba-tiba menyebar seluruh kekuatan militer diseluruh Mesir. Dan para petinggi Militer mengadakan pertemuan sangat penting. Diberitakan oleh MENA para petinggi Militer tengah membicarakan point-point yang penting untuk melindungi rakyat dan negara. Disampaikannya juga dalam pertemuan petinggi Militer tersebut tidak terlihat Presiden Hosni Mubarak. Petinggi Militer menyampaikan, bahwa siapapun yang akan memerintah Mesir bukan seseorang yang mewakili Agama. tetapi seseorang yang independen.
Pemimpin tertinggi Militer menyampaikan pada siaran televisi Mesir, bahwa keingingan para demonstran agar Hosni Mubarak mengakhiri kepemimpinannya ”diterima”. Setelah mendengar siaran ini massa menyambut dengan gegap gempita. Penyampaian pidato penghiburan bagi massa yang telah berhari-hari menempati Tahrir Square, tidak dijelaskan secara rinci bagaimana pengunduran diri Hosni Mubarak. Yang jelas Militer menyampaikan mereka lebih mengarahkan kepada langkah-langkah untuk menjamin keselamatan publik. Pihak militer tidak menyebutkan langkah-langkah yang dimaksud.
Malam ini seluruh stasion televisi diseluruh dunia menyiarkan, detik-detik berakhirnya kekuasaan Presiden Hosni Mubarak, setelah selama 30 tahun memerintah rakyat mesir sejak tahun 1981.. Tahrir Square menjadi moment tempat berakhirnya kekuasaan Mubarak. Tahrir Square saksi moment sejarah Mesir.
Mari kita berdoa, semoga rakyat Mesir selanjutnya bisa menikmati kemakmuran dan kesejahteraan kehidupan sosial ditangan pemimpin Mesir yang baru berikutnya, amin
——————————oOo
Salam berita terbaru tentang mundurnya secara resmi Hosni Mubarak @Della Anna
-da10022011venlo-
Della Anna
Memperkirakan Strategi Politik AS di Mesir
Mengamati strategi yang dimainkan Gedung Putih tersebut,maka tampaknya krisis di negeri Pyramida itu masih berlangsung lama,dan sulit untuk diprediksikan kemana arahnya poltik Mesir ke depan.Karena AS tidak akan mendukung sebuah pemerintahan jika sekiranya dikuasai oleh figur figur yang dianggap berasal dari organisasi organisasi muslim yang sudah dituduh fundamentalis atau teroris,meskipun proses suksesinya berlangsung secara demokratis.Terutama organisasi Ikhwanul Muslimin,Gama’at El Takfir Wal Hijrah,El Gama’at El Islamiyah,Tanzhem El Jihad dan kelompok Talaeh El Fattah ,dimana salah seorang aktifisya Syeikh Omar Abdurrahman dituduh oleh AS terlibat dalam pemboman WTC(World Trade Centre)tahun 1993,yang kini dipenjarakan di negeri koboy tersebut.Memang sekarang gerakan pro demokrasi mulai mengelus kandidatnya sebagai calon pemimpin Mesir kedepan,diantaranya Amrou Musa mantan Menteri Luar Negeri Mesir tahun 2005 dan masih menjabat sebagai Sekjen Liga Arab,dan Mohammed El Barady mantan ketua badan enerji atom internasional(IAEA)yang juga tokoh vokal terhadap rejim Husni Mubaraq.Walaupun kredibilitas,akuntabilitas dan integritas kedua diplomat kawakan tersebut tidak diragukan lagi,tetapi rakyat Mesir perlu berjuang lebih keras lagi untuk menggolkan tokoh tokoh tersebut ketampuk kekuasaan di negeri Pharao itu.Karena tantangannya sangat besar, yang datangnya dari Wshington yang sudah menyeru sekutunya supaya bergabung dalam satu barisan bersama AS dalam menyelesaikan krisis Mesir, agar sesuai dengan kepentingan mereka.Kecuali jika figur figur yang diajukan rakyat Mesir bisa berkompromi dengan AS dan sekutunya,sehingga sangat merugikan pengorbanan rakyat Mesir yang besar itu jika Mesir kedepan juga masih dikangkangi oleh AS seperti sebelumnya ,yang menyebabkan sekitar 80 persen kedaulatan Mesir tergadaikan .Dan jika itu yang terjadi,maka rakyat Mesir tidak ubahnya keluar dari mulut buaya lalu masuk kemulut harimau.Kita harapkan hal tersebut tidak pernah terjadi,dan rakyat Mesir akan diperintahi oleh para pemimpin yang peduli kepada rakyatnya yang sudah puluhan abad tersebut muslim.Maka sanagat wajar sekiranya mereka menerapkan syariat islam terhadap warga muslim,serta bagi agama lainnya juga menerapkan ajaran agamanya masing masing,sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam Piagam Madinah pada tahun 623 M.
by Muhammad Nurdin
Sisi Lain Mesir Bergolak: Nasib Ijazah Calon Mahasiswa Al-Azhar
Tulisan ini ingin berbagi informasi mengenai sisi lain dari Mesir bergolak. Kalau informasi situasi Mesir di sana, cukup banyak Kompasianer Mesir yang memberikan informasi terupdate perkembangan terbaru, terutama dari sisi keamanan dan kondisi evakuasi WNI dari Mesir. Namun saya ingin berbagi informasi yang juga menjadi was-was dan perasaan tak menentu para calon mahasiswa Al-Azhar yang belum berangkat.
Sebagaimana diketahui, bahwa setiap tahun Universitas Al-Azhar merekrut ratusan calon mahasiswa untuk beajar di Universitas tertua tersebut melalui test di Kedubes Mesir di Jakarta. Ada dua kelompok yaitu penerima beasiswa Al-Alazhar dan satunya lagi tidak berbeasiswa (tolong dikoreksi bila salah info), yang infonya juga diumumkan oleh Kementerian Agama. Biasanya, calon mahasiswa yang lulus test masuk di Kedubes Mesir di Jakarta tidak langsung berangkat tahun tersebut. Misalnya yang ikut test tahun 2010 lalu, (tesnya sekitar bulan Juni-Juli) namun berangkatnya nanti tahun tahun 2011 (tahun ini). Akan tetapi semua dokumen asli yang terdiri dari ijazah asli, terjemahan bahasa Arab, akte kelahiran asli, dsb, dikirim ke Mesir (Universitas Al-Azhar) berdasarkan keterangan pejabat Kedubes Mesir di Jakarta, begitu juga keteranan Ketua Utusan Al-Azhar di Kedubes Mesir di Jakarta (Ra’is Bi’tsah Al-Azhariyah).
Saya yakin, setelah peristiwa huru hara ini,- apalagi berdasarkan informasi Kompasianer Bisyri bahwa Universitas Al-Azhar ditutup perkuliahannya selama 1 tahun, - banyak orang tua yang membatalkan atau mengurungkan niat anaknya belajar di Mesir tersebut. Bagaimana nasib dokumen asli mereka (ijazah, dll) untuk mendaftar kuliah di tempat lain. Padahal mereka sudah terlanjur menunggu 1 tahun pemberangkatan yang karena kerusuhan tersebut tidak berminat lagi, sehingga ketinggalan setahun dari kawan-kawan seangkatannya yang meneruskan kuliah di tanah air atau tempat lain.
Barangkali ada informasi dan keterangan dari Kompasinaer Mesir mengenai hal tersebut sehingga infonya dapat diketahui oleh orang tua calon mahasiswa yang membatalkan keberangkatan tersebut. Atau pun bila tetap ingin meneruskan keberangkatan ke Mesir, prosesnya bagaimana.
salam damai,,,
By Bang Nasr
Ketika Sebuah Kekuasaan Mengorbankan Rakyat
Saya masih duduk di bangku kuliah ketika demo akbar 20 Mei 1998 terjadi. Ketika itu, saya yang berkuliah di Semarang turut jadi saksi bagaimana massa yang sudah muak dengan kekuasaan Soeharto terus menuntut mundur. Saya memang bukan mahasiswi aktivis yang turut berorasi ketika itu. Tapi hampir tiap hari saya berjalan kaki bersama para kawan dari kampus saya di Sekaran menuju ke Simpang Lima Semarang, turut berkumpul bersama demonstran lain. Saya beruntung karena berada di Semarang ketika itu. Suasana di Semarang ketika itu relatif aman dan terkendali di bandingkan kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Solo, dan tentunya Jakarta.
Seorang keponakan yang menuntut ilmu di UGM ketika itu, menceritakan bagaimana temannya tertembak peluru karet seusai kuliah dan beberapa hari kemudian mahasiswa tersebut menghilang tak diketahui rimbanya. Hal ini jelas membuat keponakan saya tak berani keluar dari rumah kostnya. Ya, saya ingat betul bagaimana peristiwa pelengseran Soeharto ketika itu diwarnai dengan aksi penculikan aktivis mahasiswa.
Sore ini, kekacauan negeri ini 13 tahun silam kembali membayang di mata saya. Tulisan Bisyri Ichwan mengenai penangkapannya oleh militer Mesir, membuat saya merinding. Tak ada yang bisa saya lakukan untuk menolong saudara-saudar kita, baik yang tengah menuntut ilmu maupun para pekerja yang berada di Mesir sana. Saya hanya mampu berdoa agar Mesir kembali aman, dan saudara-saudara kita tak menjadi korban sebuah kekuasaan.
Ya..haruskah setiap sebuah arogansi kekuasaan harus mengorbankan rakyat kecil yang tak tahu apa-apa? Haruskah kepentingan politik atau militer atau apapun selalu menjadi ajang penumpahan darah dan air mata?
Semoga kedamaian itu segera datang. SEMOGA!
Pak Presiden, Kami Kelaparan, Pak Dubes Ketiduran
Malaysia Minta Bantuan? Tunggu Jawaban Pemerintah!
“Contohnya, Garuda sudah siap di bandara Kairo dan jika mereka punya kursi lebih, mereka dapat mengangkut warga Malaysia yang masih berada di bandara,” ujar Aman sebagaimana ditulis harian berita tersebut yang dilaporkan Vivanews, kemarin.
Sementara itu, pihak maskapai Garuda Indonesia yang disebut-sebut dimaksud oleh Malaysia akan membantu proses evakuasi tersebut, menanggapinya dingin.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar membenarkan adanya permintaan bantuan dari Malaysia tersebut.
Menanggapi permintaan tersebut, Humas PT Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, menjelaskan Garuda tidak mempunyai rute terbang dari Jakarta-Jeddah-Kairo. Garuda diminta oleh pemerintah terbang ke Mesir merupakan kewajiban sebagai maskapai pelat merah. “Penerbangan ini bukan komersial, karena di luar rute Garuda sehari-hari. Ketika ada permintaan negara lain, pemilik kursi kan Setneg atau pemerintah. Garuda hanya sebagai operator,” katanya kepada Vivanews.
Dijelaskan pula bahwa sistem evakuasi WNI oleh Garuda seperti sistem sewa, dalam hal ini penyewanya adalah pemerintah. Ada sekitar 6.000 WNI di Mesir, dan kapasitas tiap penerbangan sekitar 400 orang. Artinya, untuk memulangkan WNI saja dibutuhkan sekitar 15 penerbangan dari Kairo menuju tanah air.
Sebelumnya, pihak Malaysia mengklaim akan mendapatkan bantuan dari Indonesia dalam evakuasi warganya dari Kairo. Mereka mempertimbangkan akan menggunakan maskapai Indonesia untuk menampung warganya jika masih ada kelebihan ruangan dalam tampungan WNI tersebut. Selain Garuda, maskapai yang “ditugaskan” pemerintah adalah Lion Air dan Batavia Air.
Hingga saat ini krisis Mesir masih mencekam. Demonstrasi berujung bentrok menuntut penggulingan terus terjadi menuntut presiden Hosni Mubarak turun dari takhtanya yang diduduki selama 30 tahun. Ribuan warga dievakuasi dari sana, termasuk warga negara Indonesia. Pemerintah masih terus berusaha agar keselamatan WNI terjaga hingga tiba di tanah air.
terkait: http://bisnis.vivanews.com/news/read/202673-malaysia-minta-bantuan–ini-tanggapan-garuda
Krisis Mesir: Indonesia Lebih Cepat, Malaysia Lambat
By Bimo Tejo
Biasanya saya selalu menempatkan Indonesia sebagai negara inferior ketimbang Malaysia, baik dalam urusan sepakbola, badminton, kemakmuran, diplomasi luar negeri, korupsi, pelayanan publik, transportasi massal, dan banyak lagi.
Kali ini tumben Pemerintah RI bergerak lebih cepat ketimbang Pemerintah Malaysia dalam urusan memindahkan warganya dari Mesir yang sedang dilanda krisis politik.
Hari ini kita menerima kabar bahwa gelombang pertama WNI yang dipulangkan dari Mesir akan segera tiba pagi ini di Bandara Soekarno-Hatta. Tidak tanggung-tanggung, 6 ribu WNI itu akan dibawa pulang bergelombang dengan pesawat dari 3 maskapai penerbangan: Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batavia Air.
Dan yang lebih dahsyat lagi, Presiden SBY akan menjemput langsung di bandara!
Keputusan untuk memulangkan WNI yang terjebak di Mesir itu diambil dengan ekstra cepat oleh kabinet SBY. Dana darurat langsung mengucur dan Wakil Kepala Staf AU ditunjuk sebagai komandan operasi. Saking cepatnya, ijin mendarat di Kairo belum keluar, pesawat B747-400 Garuda Indonesia sudah nongkrong duluan di Jeddah, kapan saja siap bergerak masuk ke Kairo.
Kecepatan gerak Pemerintah Indonesia ini sangat bertolak belakang dengan lambatnya respon dari Pemerintah Malaysia. Padahal jumlah WN Malaysia di Mesir lebih besar, 11 ribu orang alias hampir dua kali lipat jumlah WNI.
Setelah berhari-hari didesak, terutama oleh orangtua mahasiswa Malaysia yang terdampar di Mesir, baru kemarin Pemerintah Malaysia memutuskan untuk mengangkut pulang 11 ribu warganya dari Mesir. Caranya dengan memindahkan mereka ke Jeddah atau negara-negara tetangga terdekat melalui laut, lalu dari sana diangkut pulang ke Malaysia menggunakan jasa maskapai Malaysia Airlines dan AirAsia.
Sudah terlambat, dikecam pula. Banyak pihak yang tidak puas atas keputusan itu karena siapa yang akan menampung 11 ribu orang ini di negara-negara tetangga? Kenapa tidak langsung dibawa pulang ke Malaysia? Belum lagi soal kelambatan respon yang disesalkan banyak pihak. Tadi malam TV3 (stasiun TV di Malaysia) mengkritik tajam lambatnya respon Pemerintah Malaysia ini, antara lain dengan mencoba menghubungi nomer telepon hotline Kedubes Malaysia di Mesir. Tidak ada orang yang mengangkat. Juga, rombongan orangtua yang anaknya terperangkap di Mesir ramai-ramai mendatangi studio TV3 untuk menyuarakan kritikannya terhadap langkah pemerintah.
Bukan hanya itu, suara kemarahan juga diekspresikan oleh pelajar-pelajar Malaysia di Mesir terhadap lambatnya respon Pemerintah Malaysia. Blog ini (http://krisismesirnasibrakyatkita.blogspot.com/) yang dibuat sebagai sarana update terkini antar pelajar Malaysia malah jadi ajang caci-maki terhadap pemerintah. Mereka tidak terbiasa dengan situasi rusuh, berbeda dengan pelajar Indonesia yang sebagian mungkin sudah berpengalaman dengan kerusuhan-kerusuhan di negara sendiri. Pelajar-pelajar Malaysia ini kebingungan. Staf Kedubes Malaysia yang hanya 20 orang jelas tidak cukup untuk menawarkan bantuan. Akhirnya ribuan WN Malaysia ini mencoba mencari jalan pulang sendiri-sendiri, antara lain menggunakan maskapai Emirates. Bahkan ada yang lari ke Rusia dulu, pokoknya bisa keluar dari Mesir secepat-cepatnya.
* * *
Kegesitan Pemerintah RI melindungi warganya dalam krisis Mesir ini patut dihargai. Tetapi tentu tidak dihargai berlebihan karena ini memang sudah tugas pokok pemerintah. Mau tidak mau, suka tidak suka, tugas pemerintah adalah melindungi rakyatnya dimana saja.
Yang saya heran, kegesitan seperti ini tidak nampak ketika krisis serupa terjadi di dalam negeri, misalnya ketika bencana Merapi, tanah longsor di Wasior, atau tsunami di Mentawai. Entah kenapa.
Mudah-mudahan apa yang kita lihat dalam beberapa hari terakhir ini merupakan indikasi insafnya Presiden SBY. Saya yakin beliau mendengar kritikan tentang kelambanan gerak pemerintah. Kali ini Presiden SBY ingin membuktikan bahwa pemerintah bisa bergerak cepat. Mudah-mudahan ini bukan semata-mata soal citra, tapi yang lebih utama adalah soal pemerintah yang menjalankan tugas pokoknya.
