Krisis Mesir: Indonesia Lebih Cepat, Malaysia Lambat




By Bimo Tejo

Biasanya saya selalu menempatkan Indonesia sebagai negara inferior ketimbang Malaysia, baik dalam urusan sepakbola, badminton, kemakmuran, diplomasi luar negeri, korupsi, pelayanan publik, transportasi massal, dan banyak lagi.

Kali ini tumben Pemerintah RI bergerak lebih cepat ketimbang Pemerintah Malaysia dalam urusan memindahkan warganya dari Mesir yang sedang dilanda krisis politik.

Hari ini kita menerima kabar bahwa gelombang pertama WNI yang dipulangkan dari Mesir akan segera tiba pagi ini di Bandara Soekarno-Hatta. Tidak tanggung-tanggung, 6 ribu WNI itu akan dibawa pulang bergelombang dengan pesawat dari 3 maskapai penerbangan: Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batavia Air.

Dan yang lebih dahsyat lagi, Presiden SBY akan menjemput langsung di bandara!

Keputusan untuk memulangkan WNI yang terjebak di Mesir itu diambil dengan ekstra cepat oleh kabinet SBY. Dana darurat langsung mengucur dan Wakil Kepala Staf AU ditunjuk sebagai komandan operasi. Saking cepatnya, ijin mendarat di Kairo belum keluar, pesawat B747-400 Garuda Indonesia sudah nongkrong duluan di Jeddah, kapan saja siap bergerak masuk ke Kairo.

Kecepatan gerak Pemerintah Indonesia ini sangat bertolak belakang dengan lambatnya respon dari Pemerintah Malaysia. Padahal jumlah WN Malaysia di Mesir lebih besar, 11 ribu orang alias hampir dua kali lipat jumlah WNI.

Setelah berhari-hari didesak, terutama oleh orangtua mahasiswa Malaysia yang terdampar di Mesir, baru kemarin Pemerintah Malaysia memutuskan untuk mengangkut pulang 11 ribu warganya dari Mesir. Caranya dengan memindahkan mereka ke Jeddah atau negara-negara tetangga terdekat melalui laut, lalu dari sana diangkut pulang ke Malaysia menggunakan jasa maskapai Malaysia Airlines dan AirAsia.

Sudah terlambat, dikecam pula. Banyak pihak yang tidak puas atas keputusan itu karena siapa yang akan menampung 11 ribu orang ini di negara-negara tetangga? Kenapa tidak langsung dibawa pulang ke Malaysia? Belum lagi soal kelambatan respon yang disesalkan banyak pihak. Tadi malam TV3 (stasiun TV di Malaysia) mengkritik tajam lambatnya respon Pemerintah Malaysia ini, antara lain dengan mencoba menghubungi nomer telepon hotline Kedubes Malaysia di Mesir. Tidak ada orang yang mengangkat. Juga, rombongan orangtua yang anaknya terperangkap di Mesir ramai-ramai mendatangi studio TV3 untuk menyuarakan kritikannya terhadap langkah pemerintah.

Bukan hanya itu, suara kemarahan juga diekspresikan oleh pelajar-pelajar Malaysia di Mesir terhadap lambatnya respon Pemerintah Malaysia. Blog ini (http://krisismesirnasibrakyatkita.blogspot.com/) yang dibuat sebagai sarana update terkini antar pelajar Malaysia malah jadi ajang caci-maki terhadap pemerintah. Mereka tidak terbiasa dengan situasi rusuh, berbeda dengan pelajar Indonesia yang sebagian mungkin sudah berpengalaman dengan kerusuhan-kerusuhan di negara sendiri. Pelajar-pelajar Malaysia ini kebingungan. Staf Kedubes Malaysia yang hanya 20 orang jelas tidak cukup untuk menawarkan bantuan. Akhirnya ribuan WN Malaysia ini mencoba mencari jalan pulang sendiri-sendiri, antara lain menggunakan maskapai Emirates. Bahkan ada yang lari ke Rusia dulu, pokoknya bisa keluar dari Mesir secepat-cepatnya.

* * *

Kegesitan Pemerintah RI melindungi warganya dalam krisis Mesir ini patut dihargai. Tetapi tentu tidak dihargai berlebihan karena ini memang sudah tugas pokok pemerintah. Mau tidak mau, suka tidak suka, tugas pemerintah adalah melindungi rakyatnya dimana saja.

Yang saya heran, kegesitan seperti ini tidak nampak ketika krisis serupa terjadi di dalam negeri, misalnya ketika bencana Merapi, tanah longsor di Wasior, atau tsunami di Mentawai. Entah kenapa.

Mudah-mudahan apa yang kita lihat dalam beberapa hari terakhir ini merupakan indikasi insafnya Presiden SBY. Saya yakin beliau mendengar kritikan tentang kelambanan gerak pemerintah. Kali ini Presiden SBY ingin membuktikan bahwa pemerintah bisa bergerak cepat. Mudah-mudahan ini bukan semata-mata soal citra, tapi yang lebih utama adalah soal pemerintah yang menjalankan tugas pokoknya.



Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Krisis Mesir: Indonesia Lebih Cepat, Malaysia Lambat"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info