Malaysia Minta Bantuan? Tunggu Jawaban Pemerintah!



by Affandi sido
Harian The Star tanggal 2 Februari lalu melaporkan pernyataan Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman bahwa pemerintah Negeri Jiran itu sudah mengirimkan pesawat yang bertolak dari Kuala Lumpur menuju Jeddah untuk selanjutnya mendarat di Kairo untuk mengevakuasi para mahasiswa yang masih berada di sana. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Malaysia akan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan Brunei dalam proses evakuasi tersebut.
“Contohnya, Garuda sudah siap di bandara Kairo dan jika mereka punya kursi lebih, mereka dapat mengangkut warga Malaysia yang masih berada di bandara,” ujar Aman sebagaimana ditulis harian berita tersebut yang dilaporkan Vivanews, kemarin.
Sementara itu, pihak maskapai Garuda Indonesia yang disebut-sebut dimaksud oleh Malaysia akan membantu proses evakuasi tersebut, menanggapinya dingin.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar membenarkan adanya permintaan bantuan dari Malaysia tersebut.
Menanggapi permintaan tersebut, Humas PT Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, menjelaskan Garuda tidak mempunyai rute terbang dari Jakarta-Jeddah-Kairo. Garuda diminta oleh pemerintah terbang ke Mesir merupakan kewajiban sebagai maskapai pelat merah. “Penerbangan ini bukan komersial, karena di luar rute Garuda sehari-hari. Ketika ada permintaan negara lain, pemilik kursi kan Setneg atau pemerintah. Garuda hanya sebagai operator,” katanya kepada Vivanews.
Dijelaskan pula bahwa sistem evakuasi WNI oleh Garuda seperti sistem sewa, dalam hal ini penyewanya adalah pemerintah. Ada sekitar 6.000 WNI di Mesir, dan kapasitas tiap penerbangan sekitar 400 orang. Artinya, untuk memulangkan WNI saja dibutuhkan sekitar 15 penerbangan dari Kairo menuju tanah air.
Sebelumnya, pihak Malaysia mengklaim akan mendapatkan bantuan dari Indonesia dalam evakuasi warganya dari Kairo. Mereka mempertimbangkan akan menggunakan maskapai Indonesia untuk menampung warganya jika masih ada kelebihan ruangan dalam tampungan WNI tersebut. Selain Garuda, maskapai yang “ditugaskan” pemerintah adalah Lion Air dan Batavia Air.
Hingga saat ini krisis Mesir masih mencekam. Demonstrasi berujung bentrok menuntut penggulingan terus terjadi menuntut  presiden Hosni Mubarak turun dari takhtanya yang diduduki selama 30 tahun. Ribuan warga dievakuasi dari sana, termasuk warga negara Indonesia. Pemerintah masih terus berusaha agar keselamatan WNI terjaga hingga tiba di tanah air.
terkait: http://bisnis.vivanews.com/news/read/202673-malaysia-minta-bantuan–ini-tanggapan-garuda


Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Malaysia Minta Bantuan? Tunggu Jawaban Pemerintah!"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info