Toisutta Vs Nurdin
by Djohan suryana
Tampaknya usulan Jusuf Kalla agar Jenderal George Toisutta, KASAD saat ini, mencalonkan diri untuk jadi ketua PSSI telah memperoleh tanggapan yang serius. Menurut kompas.com tanggal 3/2/2011 ia akan maju dalam pemilihan ketua umum PSSI yang akan diselenggarakan dalam kongres PSSI tanggal 18-20 Maret 2011 di Bintan. Pencalonan itu pun disambut baik oleh Nurdin Halid, ketua umum PSSI sekarang yang terkenal kebal dalam segala hal.
Dengan majunya seorang jenderal TNI-AD dalam ajang pemilihan ketua umum PSSI, maka nantinya akan terjadi pertarungan antara sipil dan militer. Tetapi apakah pencalonan ini akan menimbulkan masalah bagi persepakbolaan Indonesia tentu akan tampak hasilnya setelah pemilihan itu usai. Dapat dipastikan halangan untuk itu tidaklah ringan.
Sudah jadi rahasia umum bahwa dalam tubuh PSSI yang bergelimang dengan uang, dikuasai oleh orang-orang yang setia kepada Nurdin Halid. Dapat dipastikan bahwa mereka tidak ingin orang luar masuk ke dalam PSSI. Mereka kawatir “periuk nasi ” mereka akan terbalik, apalagi kalau ketua umumnya nanti berasal dari kalangan militer, yang tidak doyan uang.
Karena itu, tidak gampang bagi seorang jenderal untuk menghadapi tantangan riil dalam sebiuah organisasi olahraga yang terkenal banyak sarang laba-labanya. Dibutuhkan kekuatan ekstra untuk mengelola sebuah PSSI yang sudah kadung complicated dengan intrik dan korupsi. Akan menjadi sebuah catatan sejarah, seandainya Toisutta berhasil membawa PSSI ke gerbang cahaya persepakbolaan Asia atau bahkan dunia nanti. Sebelumnya, seorang jenderal lainnya, Agum Gumelar, tidak tercatat dalam sejarah itu alias gagal.
Demikian pula, akan tercatat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia seandainya Toisutta kalah dan ternyata kembali Nurdin Halid yang akan jadi ketua umum PSSI periode 2011-2015, sejarah tentang sepakbola Indonesia yang tidak pernah jadi apa-apa selama 20 tahun. Tetapi nama Nurdin Halid akan tercatat dalam tinta hitam yang abadi dalam ingatan pencinta sepakbola Indonesia.
Dengan majunya seorang jenderal TNI-AD dalam ajang pemilihan ketua umum PSSI, maka nantinya akan terjadi pertarungan antara sipil dan militer. Tetapi apakah pencalonan ini akan menimbulkan masalah bagi persepakbolaan Indonesia tentu akan tampak hasilnya setelah pemilihan itu usai. Dapat dipastikan halangan untuk itu tidaklah ringan.
Sudah jadi rahasia umum bahwa dalam tubuh PSSI yang bergelimang dengan uang, dikuasai oleh orang-orang yang setia kepada Nurdin Halid. Dapat dipastikan bahwa mereka tidak ingin orang luar masuk ke dalam PSSI. Mereka kawatir “periuk nasi ” mereka akan terbalik, apalagi kalau ketua umumnya nanti berasal dari kalangan militer, yang tidak doyan uang.
Karena itu, tidak gampang bagi seorang jenderal untuk menghadapi tantangan riil dalam sebiuah organisasi olahraga yang terkenal banyak sarang laba-labanya. Dibutuhkan kekuatan ekstra untuk mengelola sebuah PSSI yang sudah kadung complicated dengan intrik dan korupsi. Akan menjadi sebuah catatan sejarah, seandainya Toisutta berhasil membawa PSSI ke gerbang cahaya persepakbolaan Asia atau bahkan dunia nanti. Sebelumnya, seorang jenderal lainnya, Agum Gumelar, tidak tercatat dalam sejarah itu alias gagal.
Demikian pula, akan tercatat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia seandainya Toisutta kalah dan ternyata kembali Nurdin Halid yang akan jadi ketua umum PSSI periode 2011-2015, sejarah tentang sepakbola Indonesia yang tidak pernah jadi apa-apa selama 20 tahun. Tetapi nama Nurdin Halid akan tercatat dalam tinta hitam yang abadi dalam ingatan pencinta sepakbola Indonesia.
Jangan Lupa Jempolnya :
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Berikan Tanggapan Anda .....
0 Respones to "Toisutta Vs Nurdin"
Post a Comment