FPI Mengancam, SBY Tiarap!
Pernyataan keras Presiden SBY yang memerintahkan pembubaran Ormas yang berbuat anarkis, meresahkan, merusak dan membunuh telah mendapat tentangan dan perlawanan lebih keras. Adalah Fron Pembela Islam (FPI) yang secara terang-terangan menantang dan mengancam kepada Presiden SBY jika berani membubarkan Ormas berlabel agama ini.
Ancaman itu disampaikan Juru Bicara FPI Munarman yang akan menggulingkan Presiden SBY jika pemerintah akhirnya membubarkan Ormas ini. FPI menilai bahwa pembubaran Ormas Islam adalah tindakan batil sehingga SBY bisa di Ben Ali-kan seperti di Tunisia.
Itulah reaksi keras FPI terhadap pernyatan SBY yang akan membubarkan Ormas anarkis. Tapi sungguh sangat disayangkan, Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha justru menanggapi ancaman tersebut dengan sangat lemah, normatif dan terkesan bertiarap dengan menyatakan bahwa pernyataan SBY tidak hanya ditujukan kepada FPI yang selama ini dikenal berwatak keras, tetapi berlaku untuk semuanya yang melakukan perbuatan anarkis.
Pernyataan Jubir Kepresidenan itu menunjukkan bahwa pernyataan SBY tidak setegas tekad yang ingin diwujudkan. Hal ini terbukti ketika ada Ormas yang selama ini sering berprilaku keras berani terang-terangan menentang dan mengancam Presiden, justru pihak istana mulai melemah dan tiarap.
Itulah pernyataan Istana yang sungguh sangat memprihatinkan dan sangat disayangkan ditengah penantian publik untuk membuktikan sikap tegas Presiden SBY dalam menegakkan hukum dan kebenaran. Kenyataan ini Ibarat meniup terompet ketika ular yang dicari sudah keluar dari sarangnya ternyata sang peniup justru lari terbirit-birit karena takut terhadap gigitan ular yang mengancamnya.
FPI pasti tertawa geli dan terbahak-bahak mendengar pernyataan Jubir Presiden Yudhoyono tersebut. Padahal bisa saja pernyataan FPI itu tidak serius dan sekedar menekan SBY yang ternyata cukup gentar dan melemah. Dengan sikap pemerintah yang cenderung mel;emah ini, maka Ormas yang berwatak anarkis akan tetap melanjutkan gerakannya untuk menggangu ketertiban umum, merusak dan menakut-nakuti masyarakat.
Pernyataan Jubir Istana itu juga menjadi bukti bahwa Presiden SBY menjadi sosok pemimpin yang lemah, kata-katanya tidak berdaya serta mudah gentar jika digertak. Pemimpin lemah inilah yang membuat persoalan demi persoalan terus menumpuk, direkayasa dan akhirnya bisa menjadi bom waktu yang tidak bisa dikendalikan lagi.
Ancaman FPI dalam konteks keselamatan hidup berbangsa dan bernegara harus disikapi secara serius. Negara tidak boleh kalah dengan gerakan-gerakan anarkis yang bernuansa kriminal dengan membonceng kesucian ajaran agama. Kekalahan negara dalam menghadapi gerakan kelompok-kelompok anarkis adalah sebagai wujud pengkianatan terhadap amanat konstitusi.
Pemerintah mestinya mengkaji secara mendalam; mengapa FPI menjadi sangat tersinggung dan tersengat dengan pernyataan Presiden SBY. Ketersinggungan ini terjadi karena pernyataan Presiden secara langsung “menohok” keberadaan FPI yang selama ini berulah meresahkan dan sering berbuat kekerasan untuk memaksakan kehendaknya.
Untuk membuktikan eksistensinya, akhirnya FPI bersikap reaktif dan balik mengancam Presiden SBY. Persaoalan yang patut dicurigai adalah bahwa pernyataan SBY tentang pembubaran Ormas sama sekali tidak menyebut salah satu Ormas, termasuk FPI tetapi mengapa Ormas ini merasa menjadi sasaran tembak?
Sebagai rakyat kita sangat malu jika Presiden akhirnya melemah menghadapi ancaman yang dilakukan FPI. Adanya ancaman tersebut mestinya membuat pemerintah semakin serius dan tidak mengenal kata “kompromi” untuk segera bertindak membubarkan ssemua Ormas yang terbukti anarkis, apapun resiko politik yang akan diahadapi.
Tindakan tegas itu masih mungkin dilakukan demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap Presidennya yang terlihat lemah. Presiden SBY juga harus menujukkan bahwa kata-katanya masih memiliki daya kesaktian untuk “memaksa” anak buahnya mewujudkan instruksinya. Hal ini penting dikembalikan, karena selama ini banyak pernyataan dan instruksi SBY yang justru diabaikan para Menteri dan orang-orang terdekatnya.
Kita sungguh prihatin ketika FPI Mengancam, SBY justru melemah dan tiarap. Kita tentu tidak rela jika Presiden sebagai simbol kehormatan negara terus diperolok-olok oleh pihak-pihak yang berkepentingan merusak dan memecah belah keutuhan bangsa. Kita tidak butuh Presiden yang mengalami impotensi kepemimpinan, rakyat lebih butuh sosok tegas dan keras dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.
Ketika Presiden mulai diancam oleh Ormas adalah bukti bahwa kepemimpinan nasional saat ini sangat lemah dan mengkawatirkan. Jangan sampai negara kalah dan disandera oleh kelompok-kelompok kekuatan dalam masyarakat yang akhirnya menjadi bibit nyata terjadinya disintegrasi bangsa.
Karena itu, SBY harus bangkit dan kembali menyatkan perang terhadap ormas anarkis karena rakyat masih berada dibelakangmu. Jangan biarkan mayoritas rakyat akhirnya kehilangan kesabaran untuk menghakimi petulangan Ormas anarkis dengan cara-cara anarkis pula!
Jika itu yang terjadi, maka SBY telah mengalami kegagalan kepemimpinan secara total sehingga tidak bisa diteruskan keberadaannya sebagai pemimpin nasional karena tidak mampu melindungi keselamatan seluruh rakyatnya dan gagal menjaga kerukunan dalam kehidupan berbangsa.
Aly Imron Dj
Jangan Lupa Jempolnya :
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Berikan Tanggapan Anda .....
0 Respones to "FPI Mengancam, SBY Tiarap!"
Post a Comment