Presiden, Jaksa, dan Hakim, Siapa Selanjutnya?



Di tulisan sebelumnya saya hanya menyindir presiden kita yang “katanya” curhat di depan banyak orang dan “sayangnya” pada acara yang diliput media. Bukan salah media kalau curhatannya tersebar dan memicu berbagai aksi.
Rupanya ada yang meniru jejak sang pemimpin. Kali ini curhatan datang dari seorang jaksa yang kemudian bukannya dihentikan oleh ketua majelis hakim, tapi malah ikutan curhat. Yo opo tho iki?
Cerita yang saya baca dari sebuah media, saat itu sedang dilangsungkan persidangan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan NTB, Rahmat Hidayat. Tak perlu disorot nama atau kasusnya (karena sudah bosan, pejabat lagi korupsi lagi). Namun, yang menjadi pemeran utama dalam adegan-adegan maut ini adalah seorang Jaksa Penuntut Umum, Ketua Majelis Hakim, dan petinggi partai tersebut. Memang beberapa petinggi partai tersebut datang ke Mataram dalam rangka jaring aspirasi (sebagai anggota DPR) dan hadir dalam persidangan tersebut. Mungkin menurut si jaksa dan hakim, inilah waktu yang tepat untuk “mengaspirasikan” uneg-unegnya. Hmm… tapi sepertinya lebih enak menulis curhat daripada menganspirasikan. Di samping lebih ringkas juga lebih tepat.
Saat jalannya sidang, si jaksa curhat dengan gajinya yang hanya di angka itu-itu saja. Padahal dia sudah bekerja selama 30 tahun. Lebih kebangetannya, si hakim yang seharusnya menegur karena jaksa ngalor-ngidul selama persidangan, malah ikutan curhat. Luar biasa. Sepertinya ia ingin merasakan menjadi pejabat yang sesungguhnya, yang identik dengan olah raga mahal, yaitu golf. Menilik ucapannya yang ditulis dalam media tersebut “‘Kalau gaji kecil, kan tidak mungkin bisa main golf. Cukup main tenis saja”
Sungguh ini kejadian yang terlalu mengajak kita melihat keburukan kelakuan orang-orang tinggi di Indonesia dari sisi humor. Entah mengapa saat saya membaca berita tentang ini justru tertawa.
Kalau presiden, jaksa, dan hakim curhat tentang gaji, lalu kita sebagai RAKYAT curhat apa ya enaknya?

Erin Widyo

Mahasiswi Jurnalistik Tingkat Dua


Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Presiden, Jaksa, dan Hakim, Siapa Selanjutnya?"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info