Penempaan Jiwa Siswa untuk Siap Kerja




oleh : L H

Tiap tahun begitu banyak anak-anak muda yang berharap mendapat kerjaan, setelah dinyatakan lulus dan menerima ijazah.! seperti saat ini banyak siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) yang berharap-harap cemas menanti pengumuman kelulusan dirinya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung kerja.


Sistem pendidikan di negara kita, apa sudah bisa menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang siap pakai.? begitu rumit kurikulum yang dibebankan pada anak didik, sehingga tidak bisa dipungkiri lagi, sistem ajar mengajar dari dunia pendidikan kita hanya menghasilkan generasi frustasi, jelas bukan saja pelajar yang menjadi depresi dengan semua lingkaran dunia pendidikan ini.! Orang tua peserta didikpun sangat depresi dengan sistem pendidikan yang selalu berubah, bukan semakin sederhana dan mengejar ketinggalan dari negara lain, malah semakin memburuk dengan segala peraturan yang tidak tepat sasaran.

Anak sekolah dasar sudah harus memikul beban buku yang sangat berat, sampai rumah masih harus mengerjakan pekerjaan rumah yang rumit dan banyak. Orang tua kaya memberi anak-anak mereka tambahan pelajaran baik itu bahasa asing atau ilmu komputer, sehingga anak merasa kewalahan terbebankan dengan segala target yang dikehendaki orang tua dan guru, hal ini sangat berbeda dengan sitem pendidikan di negara maju semisal Belanda, mereka menerapkan dunia pendidikan itu dunia yang membahagiakan dimana semua anak belajar dan interaksi yang menyenangkan antara pendidik dan peserta didik.

Sekarang belakangan ini cukup mengembirakan melihat banyak orang tergerak untuk berubah sikap,mencermati perkembangan pola didik mendidik anak-anak mereka, sekarang banyak sekolah khusus untuk kebutuhan anak-anak khusus yang dibuka, dan sekolah alam bermunculan dimana-mana. Sekolah kejuruan mulai dilirik, karena hal ini dirasa lebih menjanjikan untuk perusahaan menerima pekerja siap pakai sesuai keahliannya, bukan hanya sekedar angka rapot dan ijazah yang tinggi.

Satu hal yang snagat penting dari dunia didik mendidik ini, adalah pembentukan karakter yang positif, penanaman akhlak yang baik.! Kita miris dan prihatin melihat ekspresi para siswa dalam meluapkan kegembiraannya setelah dinyatakan lulus Ujian Nasional, banyak siswa turun kejalan mengendari sepeda motor dengan ugal-ugalan dan tradisi coret mencoret pakaian seragamnya, dan satu berita yang membuat miris para orang tua, mereka juga merayakan kegembiraannya dengan pesta seks.! seperti yang tertera dalam berita disini http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/04/26/489801/siswi-sma-pesta-seks-rayakan-lulus-un/

Berubah untuk menjadi pemimpin dinegeri sendiri

Jika kita tidak mampu berubah untuk menempa generasi penerus agar mempunyai jiwa yang kuat untuk eksis dalam persaingan tetapi ’solid’ dalam kerjasama kelompok, maka apa yang dilontarkan Prabaharan Vijay Ganesh yang diduga sebagai pemicu kerusuhan rasis di salah satu perusahaan Galangan Kapal di Tanjung Uncang Batam ini, akan terus berhembus sebagai ejekan pada generasi kita dalam dunia persaingan kerja di era globalisasi ini. Bangsa kita disatu sisi terkenal sebagai bansga yang pintar , tetapi disisi berbeda kita terkenal sebagai bangsa yang lambat tanggap atas kebutuhan era globalisasi, sehingga banyak hambatan di dunia kerja dialami oleh anak-anak bansga ini.

Kita melihat banyak jabatan dalam perusahaan dipegang oleh tenaga asing, sementara anak-anak muda kita harus siap dipimpin oleh manajer atau kepala bagian orang asing tersebut.! kenapa sampai terjadi demikian.? Jelas jika dikatakan, bangsa kita tidak mempunai generasi yang pintar. itu Salah.! kita mendapat kenyataan banyak anak bangsa ini yang menjadi pelopor bahkan menduduki jabatan tinggi di luar negri, mereka sekolah disana dan berkembang dalam karier menuju puncak sukses di negeri orang, Bagaimana dengan calon mahasiswa kita yang tidak mampu membayar biaya kuliah.? padahal mereka pintar-pintar.? kenapa sekarang mahasiswa kedokteran banyak diisi oleh warga Malaysia.? Sebab peraturan pendidikan di negra kita, selalu berubah peraturan dan biayanya juga sangat mahal.!

Pemerintah harus segera berubah, pendidikan itu prioritas pertama untuk dibenahi, disederhanakan, Tetapi mencapai sasaran yang tepat untuk mencetak generasi yang kuat mental dalam persaingan, tapi berjiwa besar dan mampu untuk kerjasama tim yang solid.!

Nasib para pendidik (guru) harus diprioritaskan kesejahteraannya, bagaimana seorang pengajar bisa fokus dan konsentrasi dengan pekerjaannya, jika perutnya lapar dan kebutuhan sandang dan papannya terbengkalai.? Jika Pemerintah tetap membiarkan para pengajar ini dalam nasib buruknya, kita akan melihat akibat fatalnya, bagaimana tunas-tunas bangsa kita yang lima sampai enam jam perharinya hidup di arena sekolah, semakin bodoh, semakin terpuruk dengan jiwa yang resah, dan angka kenalan anak, korban narkotik akan bertambah.

Penempaan jiwa siap kerja, tidaklah cukup hanya dengan mengembangkan otaknya, tetapi jiwanya butuh perhatian, sejak dulu kita diajarkan dengan sistem persaingan dan karena persaingan yang tidak dibekali jiwa yang kuat dan sportif, menjadikan dunia persaingan dikatagorikan harus menjadi pemenang apapun yang terjadi.! Hal ini menjadikan kebrokbrokan dalam segala lini, dan ajang korupsi dalam segala bidang dihalalkan. Sudah waktunya kita menerapkan kekuatan kerjasama tim sebagai ajang kesuksesan, mulai dari atasan sampai jenjang terendah dalam suatu perusahaan, harus siap dan mau menjalankan kerjasama menerapkan penerimaan saran dan kritik yang membangun.

Elemen yang dibutuhkan

Untuk menciptakan perusahaan yang makmur dan harmonis, tidak cukup hanya disi oleh orang-orang yang mempunyai otak yang birlyan, tapi harus punya jangkauan pandangan jauh, serta mampu melihat situasi, kondisi dan toleransi. Ada lima elemen yang menjadi dasar harus dimiliki.

Elemen tersebut adalah, Pertama: Situasi yang mendasari sejarah mental personelnya. Kedua: Kondisi yang disiapkan untuk ber-revolusi menuju perbaikan, Ketiga: Toleransi yang dijadikan patokan dengan bijaksana. Keempat: Pandangan yang siap ber-inovasi dalam segala bidang Kelima : Jangkauan yang memandang dengan realistis, kreatif, cerdas.

Tidak bisa dipungkiri, warisan penjajahan terhadap bangsa kita, sangat erat kaitannya dengan perjalanan sebuah negara untuk berkembang, termasuk didalamnya para individu itu sendiri yang berperan sebagai pebisnis. Seperti halnya Indonesia yang mengalami pengaruh luar biasa dari Penjajahnya, menghasilkan generasi yang mudah ‘meledak’ jika dikritik, Pengaruh feodalisme dalam perusahaan, dimana terjadi dalam hal memandang seseorang berdasar ukuran derajat, kita ingat zaman penjajahan yang bisa memecah belah Indonesia melalui raja-raja diseluruh bumi pertiwi ini. Nah dalam perusahaan cara pengusaha juga sering kali memakai pandangan ini, begitu juga budaya dan pola pikir, serta mental, sikap hidup generasi kegenerasi yang sulit dikikis pengaruhnya karena turun temurun diwariskan tanpa sengaja.

Dalam relasi, pengaruh fedodalisme ini masih sangat kental, dalam komunikasi dan interaksi, serta cara bekerjasama, yang mana sikap mental orang yang ada dalam lingkup ini, sangat mempengaruhi maju mundurnya sebuah perusahaan, kita sering terjebak sikap arogan, merasa diri paling hebat versi diri sendiri, memandang rendah diri orang lain.

Sangat diharapkan generasi penerus bangsa ini untuk membuka mata hati agar berani ber-revolusi terutama dalam mental sebagai manusia Indonesia yang merdeka, yang mempunyai alam yang subur, dan rakyat yang berpotensial untuk sukses..! maka siap menjadi negara yang mempunyai perusahaan-perusahaan sukses, dengan individu berkemuliaan akhlak dan mental positif yang optimal. Jangan alergi dengan kritikan, dan jangan menjadi katak dalam tempurung, bukalah jendela jiwa, lihat dna belajarlah hal-hal positif dari bangsa lain, kesampingan hal-hal negatif yang akan memperburuk nasib kita.

tulisan ini tayang pada edisi hari ini 2 Mei 2010 di SPM


Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Penempaan Jiwa Siswa untuk Siap Kerja"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info