Cek Kesehatan di Amerika Vs di Indonesia



Oleh : Ria coats

Orang Indonesia baru ke dokter kalau sakitnya sudah parah betul tidak ?. Kalau sakitnya belum parah, suka jadi dokter sendiri, main beli obat-obatan di warung, toko, maupun di pasar traditional. Tanpa memeriksa tanggal kadaluwarsa obat. Waktu pasar blok M belum dibakar, banyak toko obat disana yang selalu ramai pengunjung. Mau obat-obatan apa saja, ada. Mau yang keras sampai yang keras sekali, ada. Dijual secara bebas.

Ke dokter gigi juga begitu, kalau gigi belum parah sekali, mana pernah control gigi atau bersihin gigi. Itu juga, kalau perlu cukup ke tukang gigi, entah hygenis atau tidak alat-alatnya. Mendiang ayah saya adalah dokter, pasiennya datang ke ayah saya langsung minta disuntik. Hingga akhir hayatnya ayah saya jarang ke dokter gigi akhirnya syaraf-syaraf di giginya yang menjemput kematian beliau.

Di Amerika, pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan setahun sekali. Sakit tidak sakit, harus ke dokter. DIperiksa dari ujung tubuh sampai ujung kaki. Mulai dari jantung, tekanan darah, berat badan, darah, kencing, hingga test pap smear dan mamografi untuk wanita. Ditambah lagi kalau mengecek lebih dalam. ada test colonscopy (pemerikasaan anus dan usus).

Kalau kita tidak datang ke dokter, asuransi tidak mau mengcover dan obata-obatan resepnya tidak akan diperpanjang. Bahkan saat ini, salah satu asuransi kesehatan Blue Cross Blue Shield, memberikan pint kepada setiap anggotanya apabila mau melaporkan data-data kegiatannya sehari-hari plus ketika mengunjungi dokter. Sebagai contoh: Jalan kaki 30 menit akan dapat point sebesar 250 pont, check kesehatan akan mendapat point 10,000. Point-point itu setiap tahunnya dapat ditukar menjadi gift card yang jumlahnya sesuai dengan point yang kita dapat. Akumulasinya 10,000 point sama dengan $ 10.00.

Yang jadi persamaan antara dokter di Indonesia dan di Amerika, mereka menjadikan pasien kelinci percobaan. Setiap datang ke dokter, saya selalu dikasih obat baru. Sami mawon dengan di Indonesia. Rupanya dokter dimana saja sami mawon ingin cepat kaya. Dengan memberikan obat baru kepada pasien, dokter akan menerima komisi dari perusahaan farmasi.

Selain cek kesehatan, cek mata dan gigi adalah hal yang wajib. Cek mata biasanya dilakukan setahun sekali. Cek gigi 2 kali dalam setahun. Cek mata wajib dilakukan untuk memeriksa kesehatan mata dan apakah mata perlu penambahan minus/plus. Pada cek gigi, ahli kesehatan gigi akan membersihkan gigi kita, merontgen gigi, dan menganalisa apakah gigi kita terdapat cavity atau tidak.

Cek kesehatan ini hanya berlaku untuk orang yang memiliki asuransi kesehatan. Jika seseorang tidak memiliki asuransi kesehatan, alamat cilaka dua belas, karena biaya ke dokter akan sangat menjadi mahal. Pun jika sakit parah, rumah sakit bisa seenaknya menolak kita.

Sewaktu saya di Indonesia dan masih kerja, walaupun perusahaan mensponsori asuransi kesehatan untuk saya, tidak ada kewajiban cek kesehatan, cek gigi, ataupun cek mata. Saya jarang menggunakan asuransi kesehatan saya, cukup datang ke tempat praktek ayah saya, dan josss…langsung disuntik.



Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Cek Kesehatan di Amerika Vs di Indonesia"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info