Wacana Dasar Negara
saya bukanlah seorang pakar politik , apalagi kritikus. namun tulisan ini hanyah bentuk pertanyaan dan kepedulian terhadap negara tempat saya lahir , tumbuh dan berfikir ini.
teringat sebuah dialog dalam film scarface karya brian de palma yang dibintangi oleh al pacino. dalam film itu al pacino bersama temannya sedang mencoba menggodai wanita di sebuah kolam renang. pada saat itu mereka belum punya banyak uang , mengharap dapat kecupan justru tamparan lah yang justru mendarat di pipi mereka . dan al pacino (berperan sebagai tony montana) pun berkata , “ In this country, you gotta make the money first. Then when you get the money, you get the power. Then when you get the power, then you get
the women.”
memang kritik sosial yang disajikan dalam adegan itu cukup terbilang ringan , namun perkataan yang diucapkan tony montana pada adegan itu sungguh mengena di hati . karena dialog tersebut memang benar-benar seperti keadaan di negara kita tercinta pada saat ini. dimana sebuah kekuasaan dilihat dari berapa banyak anda memiliki uang. ketika uang sudah ditangan apapun bisa didapat. termasuk jalan-jalan ke luar negeri ketika sedang menjalani masa tahanan.
lalu bagaimana nasib mereka yang tidak memiliki uang ? ya sudah nasib anda akan sesuai dengan perkatan sgt. hartman dalam film full metal jacket , “you’ll be in the world of shit”. yak benar , dunia yang bisa membuat kita berfikir lebih baik tidak pernah dilahirkan. dunia yang hanya menawarkan masalah , masalah dan masalah. dunia yang keras penuh dengan ketidak adilan.
perkataan tony montana maupun sgt.hartman sudah terbukti kebenarannya di negara ini. lihat saja mereka yang punya uang, kekuatan dan kekuasaan yang bersembunyi dibalik birokrasi. perut mereka gemuk-gemuk , gajinya besar , keamanannya terjamin dan bisa berkumpul dengan keluarga keluar negeri , makan enak dan jika saya jabarkan semua kenikmatan mereka yang punya uang , saya bisa menulis buku tentang itu mungkin.
namun bagi mereka yang “livin in the world of shit” nasib mereka dapat dibilang jauh dari standar hidup yang berkemanusiaan yang adil dan beradab sebagaimana bunyi sila ke-2 ( yang hanya tinggal wacana). mereka kurus-kurus , tidak memiliki penghasilan , kemanannya tidak terjamin dan yang paling ironisnya , mereka DILARANG UNTUK SAKIT. memang terkadang dunia ini lebih kejam daripada siapa pun yang terkejam.
sosok pendatang baru “world of shit” yang sedang ramai dibicarakan di micro blogging twitter pada saat ini adalah , alanda kariza. seorang perempuan yang kira-kira sebaya dengan saya. kariza mencurahkan keluh kesah pengalaman hidupnya dalam world of shit lewat sebuah artikel di websitenya. dalam artikelnya kariza menceritakan nasib ibunya yang sudah menjadi salah satu korban dari world of shit. tulisan itu sungguh ironis , remaja perempuan sebaya nya pada umumnya masih dapat bersenang-senang tanpa harus memikirkan kasus bank kebal hukum yang aliran dana nya menghilang bagai benua atlantis. sungguh ironis
pada dasarnya negara ini memang indah. namun , keindahan itu hanya dapat dilihat bagi mereka yang memiliki ketebalan dompet diatas rata-rata. namun , bagi mereka yang memiliki ketebalan dombet dibawah rata-rata (atau bahkan tidak punya dompet) , keindahan negara ini tidak bisa terlihat. kelas sosial kembali berbicara dalam urusan ini.
negara ini semakin terasa tidak nyaman ketika kita melihat aksi main hakim sendiri oleh mereka yang mengaku bertuhan. toleransi dan kemajemukakan dari negara kita sekejap sirna seiring pukulan-pukulan benda tajam yang di layangkan ke tubuh korban penganiyayaan. mereka yang dulu mengutuk dan menyerukan mereka tak beragama , sekarang melakukan kebiadaban sama seperti yang mereka serukan dulu
pancasila yang dirumuskan dengan susah payah oleh pendahulu negara ini hanyalah tinggal wacana. setiap bunyi dari sila nya hanyalah tinggal waca semata. ketuhanan yang maha esa ? apakah menganiyaya sesama umat bergama dapat disebut sebagai prilaku orang bertuhan. kemanusiaan yang adil dan beradab ? apakah memukuli seseorang hingga tewas merupakan contoh dari kemanusiaan yang adil dan beradab. persatuan indonesia ? buka mata kalian disintegrasi kembali terjadi di negeri ini. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dan permusyawaratan keadilan ? apakah negara ini sudah mengutamakan musyawarah dan keadilan dalam menyelesaikan masalah. yang terakhir , keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ? lebih cocok kalau diganti kedilan sosial bagi seluruh mereka yang kaya.
sungguh tidak bisa dibayangkan jika founding fathers negara kita melihat keadaan negara yang dulu mereka perjuangkan dengan susah payah. sungguh ironis sekali hidup mereka.sebuah ideologi yang nyaris sempurna diinjak-injak oleh mereka yang seharusnya tidak pernah lahir di muka bumi ini.
diego batara
mahasiswa universitas al-azhar indonesia Diego Mahameru
Jangan Lupa Jempolnya :
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Berikan Tanggapan Anda .....
0 Respones to "Wacana Dasar Negara"
Post a Comment