Ramai-Ramai Mengecam PKS yang Lemahkan KPK



By :Topan Jaya

Awal-awalnya saya termasuk orang yang kagum dan salut dengan kiprah Partai Keadilan Sejahtera ini. Modern, lincah, tegas, religius, dan berprinsip. Tetapi entah mengapa, khususnya setelah pemilu presiden 2009 lalu dan PKS masuk ke koalisi bersama PD, Golkar, PPP, & PKB, simpati saya terhadap partai ini pudar. Kesan saya berubah total, ini partai ternyata sangat oportunis dan menampakkan wajah partai yang seasli-aslinya; berburu kekuasaan dan membela kepentingannya sendiri.
Kesan negatif saya makin bertambah tatkala menyaksikan Misbakun, kader partai bersemboyan “bersih & profesional”, ini terseret kasus L/C fiktif Bank Century. Padahal kita tahu semua, Misbakhun adalah salah sat inisiator Pansus Century yang sangat gencar mencerca dugaan korupsi para pengambil kebijakan bail out Century.
Terakhir terkait kasus pengusiran Bibit-Chandra oleh Komisi III DPR, serta menyimak argumentasi-argumentasi kader-kader PKS, makin kuat pula kesan bahwa partai ini telah dirusak oleh kader-kadernya sendiri. Yang semula mendesak supaya Kejakgung mengambil langkah deponering, belakangan jadi “mencla-mencle” karena menentang keras dengan segala macam kelit argumentasi. Kader-kader PKS ini juga menolak tudingan adanya vested interest di balik sikap tersebut karena fakta bahwa Nunun Nurbaeti (yang disebut-sebut sebagai pihak pelaku suap kepada puluhan anggota DPR), adalah istri Adang Dorodjatun mantan wakapolri yang kini menjadi anggota Komisi III DPR dari PKS.
Pada saat saya mengikuti berita-berita yang berisi argumen-argumen kelitan kader PKS terkait perlawanan mereka terhadap KPK, saya temukan komentar-komentar kekecewaan dari para simpatisan PKS. Saya tampilkan beberapa contoh-contoh komentar di sini (dari berita di Rakyat Merdeka Online) sekedar untuk memperlihatkan betapa kecewanya para simpatisan PKS saat ini atas sikap partai pujaan mereka. Tetapi maaf sebelumnya, komentar kekecewaan mereka kadang di luar kepantasan:
1. Roni: DemiAllah, saya menyesal mempercayakan suara di pemilu kemarin pada PKS…, kupikir lebih baik dari parta* lain… Ternyata tidak lebih baik… Sungguh menyesal..
2. Abdullah: SAYA SEBAGAI KADER INTI PKS MERASA MALU KARENA PKS IKUT TERBAAWA ARUS YANG DIBACARAKAN MALAH PENGUSIRAN BIBIT CANDRA. BUKAN SUBSTANSINYA, ,MEMALUKAN, MEMALUKAN. COBALAH BAPAK LIHAT DI TV ONE ANGGOTA DPR BERARGUMEN KAYA ANAK KECIL, MASALAH YANG BESAR LUPA DIBICARAKAN TAPI TERLENA PADA MASALAH BIBIT CANDRA YANG SEMUA ORANG TAHU ITU REKAYASA. APAKAH INI ISLAM YANG DIAMBIL OLEH PKS,???????
3. Cihuy: bolak-balik dalih saja, dasar kader parta* kagok, disebut islami, bukan. Disebut nasionalis, antek timur tengah. Kayanya parta* nyandung…. Islam hanya tempelan, untuk stemdpel. Didalamnya tambal-tambalan kayak baju pengemis. Ada tambalan islam, ada tambalan nasionalis , ada tambalan demokrasi yahudi… dan compang camping lainnya. Hati-hati jangan terkecoh, mari kita cari parai yang puguh… sekarang baru kelihatan belangnya dalam setiap komentar kader-kadernya.
4. Mafia: Ngaku parta* dakwah…kenyataannya, sama sj dengan parta* lain.Mengusir tamu adalah sikap yg bukan Islami.Kalau ikut menolak Bibit-Chanda sbg tamu KPK…jelaslah PKS itu bukan parta* Dakwah. PKS..Parta* Konyol.
5. Rakyat: saya kecewa dengan pks, kalau pks berbicara kpk bukan malaikat atau dewa, saya juga bisa, kpk bukan parta* tuhan, merasa parta*nya islam…saya melihat pks lebih pragmatis hanya memikirkan golongannya para elite pks, sedangkan kader-kader dibawahnya dikorbankan oleh kemunafikan para elite, jadi jangan menngatasnamakan kebenaran jika para koruptor atau kemunafikan merajela di tubuh pks karena haus kekuasaan, negara pun di isi oleh para koruptor….mana pks..mana pks…apa yang telah diperbuat untuk negeri, apa hanya jadi menteri aja dah cukup.
6. Abu Jahal: bau lu mulut itu munafikin, nabi sendiri menerima kedatangan abu sufyan, apanya moral islam PKS itu? Dasar lu berkedok islam tapi tidak bermoral islam, Ketahuan sekarang belangnya PKS, jangan jangan reinkarnasi Parta* Komunis dan Sosialis (PKS)…..
7. Iwan: Pks,mnolak bibit-candra krn moralitas?mksdy ingin cri smpt masyrkt..tp msyrkt skrg udh lebih pnter bang?ngaca dulu lah?dlm islam menghormati tamu hkmya wajib ok…
8. Cak Mad: DPR tidak lebih dari lembaga yang hanya bikin gaduh negeri ini. selayaknya DPR (PKS) harus bercermin… apakah dia (PKS dll) juga bermoral… dia sudah makan sudah makan uang rakyat… tapi buat undang2 tidak selesai (setahun cuma 17 an dari target 70-an.) apa ini lebih bermoral dari bibit dan candra yang hanya jadi korban permainan saja…. semestinya DPR bisa menilai ini persoalan dasar atau tidak …. bubarkan fraksi yang sok bermoral….
9. Si malin kundang: Dengan komentar-komentar kader PKS yang bermunculan akhir ini, lengkap sudah anggo5ta DPR ternyata tidak ada yang bisa diandalkan, kiranaya tidak ada suara kader PKS yang lilahi ta-ala, tetapi li-ta*k-lu…. Sama busuknya dengan kader parta*-parta* terbusuk lainnya. Kasian masa akar rumput tertipu nian dengan selogan-selogan lillahi ta’ala…. dibawah mendapat imbalan angin kosong dari Allah. Di atas berpesta dengan fasilitas kenikmatan dari uang rakyat.
10. Komat: Bang Anis betul, konsisten belain koruptor, biar proses mirandagate cepat selesai Bantu KPK cari Bu Nunun< bang Anis pasti Bisa soalnya pak Nunun kan kader PKS... ya kan
11. Bejo: pembukaan rekaman kriminalisasi pimpinan KPK sdh diperdengarkan di MK, tim 8 juga sdh juga menyimpulkan ada rekayasa kasus, sekarang terungkap rekayasa kasus Antasari yg sdh dihukum seumur hidup, saya kira sdr Anis Matta harus perlu shalat istiqarah meminta petunjuk Allah, anda sebagai seorang kiyai perlu melakukan itu, agar tidak ikut berdosa.
12. Habib: salah satu yg mengusir bibit chandra adalah PKS. sangat disayangkan, kan PKS partai bersih. Tapi apa boleh buat, akibat kekuasaan dan kenikmatan PKS sudah mulai bergeser dari bersih ke kotor2 dikitlah. Tapi wajar kok PKS spt itu, kan nunun nurbaeti istrinya adang darajatun anggota dpr komisi III dari PKS adalah DPO nya KPK. akhirnya betul juga tidak ada kawan/ lawan abadi. betul juga kata mubarak politisi itu suka yg kotor2. 

Kita bisa saja berasumsi, komentar-komentar di atas dibuat oleh orang-orang yang tidak suka dengan PKS. Tetapi melihat konteks persoalan pengusiran Bibit-Chandra oleh politisi PKS tersebut serta kemarahan masyarakat pada anggota-anggota Komisi III itu, sangat bisa jadi komentar-komentar kecaman itu murni lahir dari benak yang kecewa. Dari kasus di atas kita belajar kembali, bahwa kita tidak bisa sepenuhnya percaya kepada sebuah partai, bahkan partai yang mengusung simbol-simbol religius sekalipun. Cara bijak memilih atau mendukung partai adalah tetap dengan melihat secara kritis catatan-catatan kiprah kadernya.[tj]
* Sumber2 komentar: Berita 1, Berita 2, Berita 3, Berita 4.

 


Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Ramai-Ramai Mengecam PKS yang Lemahkan KPK"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info