Lantas apa bedanya anda dengan Amerika?
By Lazuardi Ansori
Sudah seberapa sering kita mendengar cerita tentang peranan Amerika dibalik gejolak politik suatu negara. Terlepas benar atau tidaknya cerita itu, namun sebagian besar dari kita merasa jengkel atau emosi jika mendengar tentang betapa negara adidaya itu selalu usil dengan negara lainnya.
Perang Irak, Polemik Palestina dan Israel, Pergolakan Korea Utara dan Korea Selatan dan banyak lagi yang lainnya yang selalu di hubung-hubungkan dengan Amerika. Sampai-sampai ada sebagian kelompok yang merasa benci dengan negara itu, hingga dikit-dikit kalau diskusi atau apapun selalu saja diarahkan bahwa itu adalah ulah Amerika.
Amerika negara paling menyebalkan. Begitu kira-kira pendapat mereka yang kurang suka dengan tingkah polah negara yang saat ini di pimpin oleh Obama itu.
—-
Menjengkelkan memang jika ada pihak lain selalu ikut campur persoalan dalam negeri kita. Amarah begitu mudah terpancing untuk meledak jika ada pihak-pihak dari luar yang mencoba ikut-ikutan untuk masuk dalam permasalah yang menimpa kehidupan bernegara kita.
Amerika
“Ah, calon presiden itu kan menerima sumbangan dari Amerika saat kampanye” saya pernah dengar seorang teman mencibir seorang calon Presiden.
“Organisasi itu adalah antek-antek Amerika, sumber dana mereka itu kan dari Amerika” pernyataan begini juga pernah saya dengar.
Betapa Amerika selalu berkonotasi negatif jika disejajarkan dengan isu-isu tentang pergolakan di suatu negara.
Apa yang membuat pandangan orang tentang Amerika menjadi sedemikan buruk? Saya yakin akan banyak alasan. Namun jika saya boleh menarik satu hal, saya akan mengatakan salah satu sebab Amerika dibenci adalah karena orang-orang itu merasa kedaulatan negaranya di acak-acak, independensi negaranya diganggu, kemadirian politik negaranya dikoyak.
Harus diakui bahwa agak sulit untuk tidak marah jika ada orang luar mencampuri urusan pribadi kita. Saya juga mungkin termasuk orang yang akan marah jika ada hal-hal yang seharusnya menjadi wilayah diskusi keluarga saya, tiba-tiba ada pihak lain yang coba masuk dan memberikan pengaruh.
Tetangga anda bermasalah, anda mengerti persoalan dari tetangga anda itu. Sebelumnya anda sudah tau bahwa tetangga anda itu sering ribut karena sang suami konon kabarnya selingkuh. Akan tetapi, apakah hanya atas dasar tahu itu anda tiba-tiba nyelonong masuk rumahnya kemudian ikut campur diskusi suami istri itu?
Dalam hati mungkin anda punya pandangan-pandangan tertentu. Mungkin anda tidak bisa menahan diri untuk tidak berpihak kepada salah satu pihak. Akan tetapi bijakkah jika anda tanpa diminta siapapun kemudian masuk dalam masalah mereka? Ada batasan-batasan tertentu yang membuat anda tidak bisa begitu saja meleburkan diri dalam masalah itu. Atapaun jika memang anda tidak mampu untuk mengasai “nafsu” anda untuk membantu menyelesaikan permasalah tetangga anda itu, ada jalur-jalur yang sesuai norma serta aturan-aturan tertentu yang anda harus tempuh. Misalnya saja, lapor RT. Bukannya secara pribadi anda yang penuh dengan subyektifitas itu masuk ke persolan mereka secara memababi buta.
Keberpihakan memang sulit dihindari, namun bukan berarti anda punya hak untuk ikut campur. Memiliki pandangan tentang masalah orang lain memang bukan sesuatu yang mudah untuk dielakkan, akan tetapi bukan berarti anda otomatis punya wewenang dan otoritas penuh untuk mengatasi masalahnya.
—–
Harus hati-hati jika memang anda akan memasuki wilayah-wilayah pribadi orang lain. Niat baik pun belum tentu akan mengahsilkan sesuatu yang positif. Harus peka dalam mengenal batas-batas sampai dimana kita bisa masuk ke daerah sensitif pihak lain sehingga tidak akan menuai sesuatu yang buruk di kemudian hari.
Jika kita bisa marah karena Amerika ikut campur perpolitikan negara lain, karena itu kita pandang sebagai sesautu yang buruk. Akan tetapi tanpa sadar sebagian dari kita ternyata senang jika dianggap telah berperan dalam perkembangan politik negara lian. Misalnya saja merasa telah membantu Revolusi yang terjadi di Mesir.
Apakah akan selalu menuai hal baik jika kita ikut secara langsung sesautu yang terjadi di mesir itu? MISALNYA saja, ternyata Mubarak tidak tergulingkan oleh peristiwa ini dan tetap berkuasa penuh di mesir. Kemudian Mubarak mendengar bahwa ada politisi Indonesia yang dengan bangga telah mengklaim pernah turut serta membantu demontrasi besar-besaran untuk menggulingkan dia, kira-kira bagaimana hubungan Indonesia dengan mesir kemudian hari?
Itu hanya satu permisalan saja dari beberapa kemungkinan buruk yang bisa terjadi jika gegabah dalam menyatakan sikap atau mengklaim sesuatu.
Lagian jika anda bangga telah mencampuri urusan negara lain, lantas apa bedanya anda dengan Amerika yang sering anda anggap arogan itu? []
—–
Kabar yang layak dibaca : Mahasiswa Al Azhar Patahkan Klaim Anis matta
Sumber Gambar : di sini
Jangan Lupa Jempolnya :
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Berikan Tanggapan Anda .....
0 Respones to "Lantas apa bedanya anda dengan Amerika?"
Post a Comment