Negeri Para Mafia dan Pengalihan Isu



Oleh : Rachmawan
Bila Adhie Masardi menyebut negeri ini negeri para bedebah, meminjam istilah pegiat IPW Neta S Pane, saya ingin menyebut Indonesia adalah negeri para mafia. Meski ada ketakrelaan menyebut Negara ini sebagai Negara para bedebah dan mafia. Tapi, rasa-rasanya, Negara telah menjadi bagian mafia itu sendiri.

Gayus Tambunan, adalah salah satu bagian dari praktik mafia di negeri ini. Diakui atau tidak. Mengguritanya kasus yang dihadapi mantan pegawai dirjen pajak itu, masifnya mereka yang terlibat, menjadi bukti, mafia menggerogoti negeri ini.

Karena mafia pulalah, kasus gayus yang melibatkan banyak hal, banyak instansi bahkan mungkin petingginya, semua itu tak tuntas terungkap. Sekalipun 12 inpres dikeluarkan. Alih-alih menuntaskan, justru banyak yang pesimis atasnya karena tak ada istimewanya 12 butir itu.

Kasus Gayus, sebut saja di antaranya pengemplangan pajak, mafia hukum, pelesir gayus yang melibatkan oknum anggota polisi, paspor palsu, tidak semuanya tuntas ditangani. Potongan fakta itu seolah didesain untuk muncul menunggu waktu yang tepat. Mengaburkan substansi masalah utama, agar sasaran lain yang kena peluru tembak.
Pengalihan isu, adalah ilmu kuno yang masih dipraktikan di negeri ini. Teroris salah satu isu strategis pengalihan isu. Bahkan mungkin, musibah by design. Apakah musibah itu memiliki tren? Pertanyaan yang ternyata juga menggantung di benak sejumlah teman. Ketika kereta api kecelakaan, akan menyusul kecelakaan beruntun berikutnya. Satu tabung gas meledak, meledak pula tabung lainnya. Kok bisa?

Orde baru mungkin ahlinya. Lihat saja masa-masa Pemilu ditahun 70an dan 80an. Pemerintah kala itu menjual isu komando jihad atau komji.

Ada kemiripan pola yang terjadi jelang pemilu 1977 dan 1982. Sebelum pemili 1977 terjadi bebagai kasus yang dihubungkan dengan komando jihad. Setelah kejadian Sudomo, yang kalau tak salah Pangkokamtib kala itu, mengmpulkan tokoh masyarakat dengan tujuan menyeragamkan kacamata Komji versi pemerintah.

Lalu, jelang Pemilu 1982 kembali terjadi berbagai peristiwa yang lagi-lagi dihubungkan dengan komando jihad. Buku Militer dan Politik Kekerasan Orde Baru menyebut, hal ini dan Komando Jihad adalah situasi khusus yang dipersiapakan jelang pemilu.

Begitulah mafia. Banyak cara untuk cuci tangan atau melakukan sesuatu tapi justru orang lain yang jadi tertuduh atas aksi itu. Sepertinya, pasca 19 kebohongan, vonis 7 tahun, CIA dan gayus versus satgas, isu lain segera menghampiri kita. Dan bersiaplah kita lupa sebagaimana kita lupa, siapa dalang pembunuh Munir dan nasib sapi korban merapi yang dijanjikan akan dibeli.

Mumpung saya belum lupa, saya hendak pulang untuk makan malam sebelum kembali melanjutkan kerja. Selamat menikmati tulisan yang sekadarnya ini.


Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Negeri Para Mafia dan Pengalihan Isu"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info