Koin Untuk Pak Beye
oleh : Derrida hafiz “Sampaikan ke seluruh jajaran TNI/Polri, ini tahun ke-6 atau ke-7 gaji Presiden belum naik,” (Pak Beye, Detik.com 22/01/2011) Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang mempunyai modal sosial sangat besar, di antaranya dimulai dari bagaimana rakyat bertumpah darah membangun bangsa, ketika bencana, masyarakat melakukan segala daya upaya meringankan beban sudaranya. Satu lagi, ketika prita mulyasari keadilannya dirampas, jutaan bangsa andil mengumpulkan koin pembebasan untuk prita. Luar Biasa. Hal ini bukti masyarakat mempunyai daya kekuatan diluar dugaan penguasa dan pemegang kekuasaan.Tidak ada keraguan, tanpa modal solidaritas bangsa Indonesia tidak hadir sampai hari ini. Satu hal yang sangat memprihatinkan lagi adalah rendahnya gaji presiden RI tercinta. Dalam beberapa media disebutkan gaji presiden hanya sebesar 62.497.800 juta (konon plus tunjangan 2 Milyar), plus rumah mewah, dan semua kehidupan ditanggung negara termasuk dokter pribadi, perjalanan wisata, berlibur, study banding, seminar, dsb.Jika kita kumpulkan gaji pokok pak beye itu adalah sekitar 64 ribu kali gaji mbah marijan yang hanya 3000-12,000 per bulan. Mbah Marijan tidak kalah beresiko dengan pekerjaan presiden yang kebanyakan melawat, melayat, konferensi pers, dan menulis lagu. Selain itu tentu menghadapi fitnah, berdialektika dengan angka kemiskinan, utang, dan begitu setiap harinya. Sedangkan jika pak Beye membandingkan dengan gaji Obama mungkin dia merasa jauh tertinggal sebab gaji Obama sebesar $ 400,000 per tahun atau sekitar 300 juta sebulan. Sedangkan rata-rata gaji gubernur di Amerika adalah $128,735 pertahun atau sekitar 100 juta per bulan. Tetapi jika dikomparasikan dengan biaya hidup di Amerika tentu saja gaji Pak Beye menurut hitungan kasar sudah sangat tinggi apalagi sudah ada fasilitas negara. Di sisi lain pak Beye memperjuangkan kesejehteraan tentara dan polisi. Suatu kesempatan dia mengatakan bahwa, “”Soal kesejahteraan prajurit dan anggota Polri, ini bukan retorika dan janji-janji kosong, bukan kebohongan. Tiap tahun kita naikkan gaji dan lain-lain. Renumerasi sudah diberikan untuk meningkatkan kerja dan prestasi,”. Ini prestasi harus dicatat betul. Namun demikian, orang mengira hanya soal kenaikan gaji ini Pak beye tidak berbohong, yang lain berbohong lantaran dalam kalimat tersebut ditegaskan bukan kebohongan, sehingga jika pidato pak Beye tidak ada kalimat “bukan kebohongan:, maka dikategorikan bohong. Memang benar kata teman-teman di Kompasiana, pak beye selal salah. Isu kenaikan gaji merebak di mana-mana, pensiunan dan pns memakan banyak anggaran rakyat yang ditabung di kas negara sebagai jaminan bahwa bangsa ini masih berdiri, tetapi banyak pula yang memakan gaji buta-gaji 13,14 dan gaji bagi para abdi negara yang tidak menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Sangat malang nasib guru umar bakri, pekerja pabrik yang diekspoitasi pemodal dan pemilik perusahaan tanpa kuasa apa pun. Mereka menjadikan dirinya sebagai mesin, emnyerahkan hidup matinya kepada pabrik, tetapi dalam hatinya ingin para kapitalis peduli terhadap masa depan anak cucunya. Tapi itu hanya mimpi. Jika presien mengeluhkan gaji, apa itu tidak menghina kemanusaiaan buruh dan wong cilik yang jangankan 65 juta plus fasilitas, lima ratus saja diperoleh dengan darah dan air mata. Saksikanlah kemiskinan yang getir dan pahit sampai ke tulang di pelosok desa, di bawah jembatan, di kota-kota. Mereka tidak mengeluh, tapi bahkan bisa tersenyum jika pamongpraja tidak kalap. Dengan kerendahan hati maka rakyat harus peduli kepada penguasa yang kekuarangan gaji. Mari kita sebagai rakyat yang baik mengumpulkan koin peduli Pak Beye semoga dengan kita bantu persoalan yang melanda bangsa kita lekas sembuh, yang korupsi berhenti, yang salah diadili, dan yang bohong (jangan) di-LANJUTKAN! Jika semua rakyat Indonesia menyumbang 500 saja perbulan dikalikan 238 juta penduduk maka akan terkumpul sebesar 11,9 M/bulan. Itu bisa kita sumbangkan ke pada Pak beye agar semakin serius mengurus negara. Jika masih tidak serius, ya rakyat boleh berfikir bagaimana caranya karena saya masih yakin vox populi vox dei, suara rakyat suara tuhan (selain untuk pemilu). Pesan moral untuk pejabat, hati hati dalam berkata-kata, karena rakyat tidak pernah dungu dan tuli sebagaimana orang-orang pemegang kuasa yang tuli dan buta walau telinga dan mata terlihat baik-baik saja. Antara dokter orang miskin dan orang kaya tentu berbeda resep cara pandang melihat tingkat kewarasan, kenormalan anggota badan. Sudah siapkah anda? untuk gila? Sukseskan Gerakan Koin untuk Pak Beye!
Jangan Lupa Jempolnya :

Berikan Tanggapan Anda .....
0 Respones to "Koin Untuk Pak Beye"
Post a Comment