Curhat Gaji SBY dan Kebohongan Pemerintah



oleh : ade indonesia

Curhat Gaji SBY dan Kebohongan Pemerintah

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengungkapkan isi hatinya alias curhat. Curhat terbaru yang dikeluarkan oleh Presiden “Curhat” SBY adalah mengenai gajinya sebagai Presiden tidak pernah naik selama tujuh tahun menjadi Republik, welnu, kita sebut saja itu sebagai “curhat gaji”. Curhat Gaji itu diutarakan oleh SBY pada acara Rapat Pimpinan TNI dan POLRI Tahun 2011 di Balai Samudera, Jakarta, Jum’at 21 Januari 2011.

Berdasarkan catatan di Bagian Angggaran Kementerian Keuangan, gaji pokok presiden sekitar Rp 30,24 juta dan tunjangan presiden Rp 32,5 juta. Total pendapatan presiden sekitar Rp 62,7 juta per bulan. Malahan, sewaktu habis jogging Minggu pagi, saya melihat talkshow di sebuah TV swasta nasional, salah seorang narasumber mengatakan bahwa Presiden masih mendapat dana dari pembuatan dan penyampaian pidato kenegaraan, nominal-nya mencapai lebih dari 1 milliar pertahun. Wah, pidato mahal amat!!, Padahal dulu, saya masih ingat bagaimana SBY mendapat kritikan pedas tatkala ia berpidato dengan ‘mencotek’ tulisan di Ipad merk Apple, sedangakan lambang Apple itu di atas lambang negara kita, yaitu Burung Garuda. Seperti gitu aja hasilnya, 1 milliar per tahun! C’est fou! It’s crazy!

Well, tampaknya SBY yang berpendapatan Rp 62,7 per bulan itu ternyata juga merasa tertekan, merasa tidak nyaman dengan lonjakan harga-harga pangan belakangan ini. Asal tahu saja, harga 12 jenis komoditas pangan meningkat tajam. Bahkan, harga tiga komoditas naik lebih dari 90 persen. Kenaikan tertinggi pada harga cabai rawit, yang dalam rentang Januari 2010-2011 naik 341,23 persen, menjadi Rp 63.424 per kilogram. Adapun harga beras premium dalam rentang Januari 2010-2011 naik 22,74 persen menjadi Rp 9.200 per kg, cabai rawit dan bawang merah naik 99,53 persen menjadi 25.048 per kg.

Jikalau SBY yang bergaji 62,7 per bulan itu juga ikut mengeluh, sambat, merana dengan gajinya yang tidak pernah naik sedangkan harga-harga pangan melambung tinggi, bagaimana dengan nasib rakyat kecil, kaum kromo, proletariat? Lalu bagaimana nasib Pak Marhaen? Sudah tentu nasibnya rakyat kecil, nasibnya Kang Marhaen menjadi lebih menderita, menjadi lebih merana. Tempo hari yang lalu, media massa-mass media memberitakan tentang peningkatan angka bunuh diri. Salah satu faktor kuat penyebabnya adalah faktor ekonomi, faktor KEMELARATAN di negri yang dianugerahi Tuhan YME dengan melimpahnya kekayaan alam. Bahkan, ada 4 atau 6 orang bersaudara meninggal dunia karena keracunan thiwul! Mereka terpaksa makan thiwul karena tidak punya cukup uang untuk beli beras! Zij haden geen veel geld om reis te kopen! Holly shit! This is poverty!!

SBY curhat tentang gajinya yang Rp 62,7 juta per bulan belum pernah naik, hal itu bisa juga bearti SBY ingin gajinya dinaikkan, tersirat juga bahwa SBY merasa gajinya masih kurang, yang tersirat belum tentu tersurat! Seperti cinta yang tersirat dalam gerak tubuh, meski bibir mengatakan tidak, tapi mata memancarkan sinarnya hehehe ;)

Yang menjadi soal kemudian, apakah kinerja SBY selama 6 tahun keprseidenannya (Yudhoyono’s presidency) cukup baik sehingga ia minta gajinya dinaikkan? Apakah keluhan alias curhat gaji SBY berjalan lurus dengan kinerja pemerintahannya?

Yang jelas, menurut survey litbang Kompas yang dipublikasikan tanggal 17 Januari 2011, tingkat kepuasaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan SBY terus menurun, terus merosot. Hal itu dapat diartikan bahwa rakyat menilai-rasakan kinerja SBY buruk, rakyat menganggap SBY tidak becus menjalankan roda pemerintahan dan gagal menyejahterakan rakyat seperti janji-janji muluknya dalam setiap kampanye pilpres.

Malahan, tempo hari yang lalu, tepatnya 10 Januari 2011, sejumlah tokoh lintas agama berbicara tentang kebohongan pemerintah SBY. Ada 18 kebohongan pemerintahan SBY. Berikut beberapa kebohongan pemerintahan SBY.

Pertama, awal November 2009, Presiden mengatakan, prioritas 100 hari bukan sekedar swasembada, melainkan surplus pangan. Namun, pemerintah serahkan harga kepada pasar. Akibatnya Kompas (7/1/11) membuat berita utama bahwa pilihan rakyat tinggal “Utang, Kurangi Makan, Bunuh Diri” karena “Kesulitan Ekonomi secara Masif Dirasakan Rakyat”.

Kedua, tentang data angka kemiskinan. Pemerintah berkali-berkali menyatakan berhasil mengurangi kemiskinan (batas garis kemiskinan pengeluaran Rp 211.726 per bulan) 31,02 juta jiwa. Menurut tokoh agama, dengan pendekatan jumlah penduduk yang layak menerima raskin (beras miskin) tahun 2010, penduduk miskin berjumlah 70 juta jiwa. Yang benar saja Rp 211.726 per bulan! Cukupkah nafkahnya Rp 211.726 sebulan?

Jikalau mengikuti logika SBY;

Gebleken is dat het thans voor volwassenen mogelijk is, zich voor Rp 211.726 per maand te voeden” artinya:

Ternyatalah bahwa kini satu orang dewasa bisa cukup makan dengan Rp 211.726 sebulan”

Benarkah itu? Well, gila! Uang segitu pun tidak cukup untuk belajar Bahasa Perancis 1 level di Centre Culturel Français!! Masih kurang untuk membeli lengkap cerita bergambar Mahabharata! Dengan nafkah segitu, seumur hidup pun juga tidak akan bisa memainkan “Für Elise” karya Beethoven dengan piano!! Avec le salaire Rp 211.726, c’est impossible pour faire du piano! c’est très triste! Je n’aime pas l’administration de Yudhoyono! Je détèste beaucoup, et vous aussi?ik haat, en haten jullie ook?

Ketiga, saat Sumiyati, tenaga kerja Indonesia disiksa di Arab Saudi, kemudian setelah rapat khusus, SBY menyatakan akan melengkapi TKI dengan ponsel (19/11/2011). Ponsel tidak jadi diberikan dan nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MOU) tidak jelas. Padahal menurut Migrant Care jumlah TKI meninggal 1.018 orang (2009) dan 1.075 orang (2010). Well, mengingat banyaknya TKI meninggal (dibunuh) di Timur Tengah pada waktu itu pun saya ‘sensi’ alias sebal kepada kata “Arab”. Untung-nya toch ada tiba-tiba teringat (diingatkan) istilah “Jangan karena nilai setitik rusak susu sebelanga” hehehe. Namun, SBY dkk tetap saja bohong karena pemerintah tidak kunjung melindungi TKI.

Secara singkat dan hemat waktu, kebohongan SBY dapat dibagi menjadi dua, seperti berikut ini; Sembilan Kebohongan Lama yang meliputi: kegagalan pemerintah mengurangi kemisikinan dan swasembada serta ketahanan pangan; ketidakbenaran klaim SBY bahwa ia menjadi target terorisme dengan menunjukkan foto lama; kegagalan menuntaskan pembunuhan Munir, kegagalan meningkatkan kemajuan pendidikan, serta kegagalan melindungi kelestarian laut dan renegosiasi dengan PT Freeport.

Kemudian Sembilan Kebohongan Baru yang meliputi; kegagalan mencegah kekerasan organisasi massa tertentu atas nama agama dan kekerasan terhadap pers, kegagalan melindungi TKI, seta kegagalan mewujudkan transparansi dalam kasus pengunduran Sri Mulyani Indrawati sebagai Menkeu. Selain itu, kegagalan memberantas korupsi dan mengungkap rekening gendut perwira Polri, kegagalan mewujudkan politik yang bersih, santun, dan beretika dalam kasus anggota KPU; Andi Nurpati, kegagalan memberantas mafia hukum Gayus Perut Tambun, dan kegagalan menegakkan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilanggar cecunguk Malaysia, Malingsia Malaysuck! Ini yang paling menyakitkan hati! Kita memang biasa malu dan miskin, tapi kalau dibuat malu dan miskin oleh Malaysia, itu kurang ajar namanya!!!

Wel,l itulah kebohongan-kebohongan SBY yang diutarakan oleh tokoh agama. Toch kita pun pasti lebih percaya tokoh agama daripada SBY. Kebohongan itu bearti juga bahwa SBY mendapat raport merah! SBY tidak becus mengurus negara dan gagal mensejahterakan rakyat. Dan saya ingin membuat perbandingan, ketika misalnya, ada seorang anak yang malas belajar sehinga ia nilai rapornya jeblok, si Anak itu pasti malu untuk minta kenaikan uang saku. Kemudian saya bertanya, jikalau nilai rapor SBY merah warnanya, pantaskah ia curhat tentang gajinya yang belum pernah naik?

Have a beautiful night, I wish you joy and happiness


Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Curhat Gaji SBY dan Kebohongan Pemerintah"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info