Saya dikroyok Orang Malaysia, Mati Aku!
By Andika
Saya tiba tiba saja suatu hari, di siang hari pada waktu lagi duduk dukuk baca koran sendiri, diawal tahun 2007 di tawari……. mau enggak jadi TKI di malaysia?
Ha……ya kah?
Eit nanti dulu, saya mikir dulu, kerana saya-pun punya anak dan isteri, enggak gampang kata orang malaysia.
Saya memang bukan butuh malaysia. Malaysia butuh saya……..hahahha.
Oke, kata yang nawarin, saya kasih waktu kamu untuk mikir satu minggu!.
Yes Serr, ai do it, sunes ai gip yu anser ( eh kok jadi merek mobil kijang dimalaysia ya anser ) hahaha….
Soal waktu berangkat-nya terserah yuuu……….tambah si penawar kerja, hahaha.
Malamnya saya tak bisa tidur, harus diberi jawapan, ya atau tidak
Kebetulan ada kakak saya dari sumatera sana lagi bertamu kerumah saya di Jakarta bersama isterinya, jadilah saya bersama isteri urun pendapat dengan kakak saya dan isterinya juga.
Kata kakak saya kenapa tidak, kalau itu memberikan harapan……hehe. Nah lho.
Istri.…..mao enggak?, ……itu mah terserah sama abah sahaja, jawabnya, saya mah sebagai isteri yang baik ikut kemana sahaja, masak mau dibiarin abah bawa rantang yang lain, kata terkekeh…..hoyyo.
Tiga hari kemudian sudah diberikan jawapan kepada orang yang nawarin kerja di malaysia, oke bozz.
Jadilah saya mid 2007 ke kuala lumpur, yang sebelumnya walaupun saya sudah berkelana kemana mana, belum pernah sama sekali ke malaysia, norak enggak tu…..saya pikir waktu itu, kalau mau jalan jalan ngapain juga ke malaysia, paling paling kayak ciputat, rumah saya 10 tahun disana, sampai punya anak dua, sebelum pindah ke jatiwaringin jakarta timur bertetangga dengan banyak tentara darat dan udara…….hahaha, lama lama ketahuan dah.
Singkat cerita, di awal tahun 2009 saya yang haus berita mengenai Indonesia, karena sudah mulai bosan dengan berita berita koran malaysia yang itu itu sahaja, koran saya baca memang lima, cuma isi dan foto fotonya semua sama…..hehe. Kata teman kamu cuma buang sial, beli satu saja cukup, buat affa, hahaha, ya suddah.
Ini teman enggak sampai disitu saja, sebelumnya saya ajak dia sholat jum’at di berbagai masjid kuala lumpur, biar tambah elmu agamanya mumpung dimalaysia, saya mmberikan alasannya.
Buat affa, jawabnya,
Nappa lagi broer?……..lah, semua masjid ceramahnya samma, semua sudah diketikin, tinggal baca! dan ada doa doa yang khusus untuk sultan, sesuai dengan dimana masjid itu berada, misalnya di selangor, maka ada doa untuk sultan selangor, jelasnya
Ha?…ya ke?
Kerana penasaran, saya yang rada gendeng sedikit, bukannya ikut saran dia, malah menjadi jadi, beberapa mesjid saya ikut sholat jumat disana…………ternyata benar, benrr sekali 99 persen apa yang dikatakan teman saya itu.
Lah kok cuma 99 persen, yang 1 persennya lagi apaan?
Mungkin sengaja dia tidak ceritakan atau lupa saya belum sempat tanya tanya dia sudah keburu balik Indonesia duluan jun tahun lalu, ternyata di-setiap masjid, sebelum sholat disediakan buah pisang banyak dan minuman sirap.
Buah pisang boleh dimakan sesiapa sahaja, sebelum sholat dilaksanakan, tetapi minumnya itu, cangkir plastiknya, kurang banyak, jadi bisa diguna oleh banyak orang, olalala
Pernah minum?
Enggak, kerana sudah tahu itu tadi, pisangnya juga enggak, cuma anak saya iseng mencoaba pisangnya.
Apa katanya?
Enak pak pisangnya, pisang masjid lain rasanya………
Oh, itu dia, kalau orang beramal pasti rasanya akan berubah, tergantung yang beramal, jika pisangnya halal, pasti rasanya lain kerana berkah. Anak saya diam, kayaknya dia lagi meresapi makna apa yang saya katakan.
Pertengahan tahun 2009 saya secara tidak sengaja jumpa kompasiana, sewaktu lagi mencari berita di kompas.com………olalala, ada ini. Waktu itu saya cuma baca baca, lama lama kepingin menulis juga seperti Prof, Nurtjahjadi yang sudah menulis banyak dikompasiana……bagaimana caranya ya?………hehe
Saya coba coba sendiri enggak bisa bisa………..sudah, bahan yang saya mau tulis saya kirimkan ke penulis lain, mbak Novri……..mbak bantuin dong tulisin untuk kompasiana, ini bahan dan fotonya , ada dua waktu itu yang saya kirim pakai emel……….ocree, jawab mbak Novri.
Besokan-nya benar sahaja, cerita saya mengenai pameran makan halal ( halal pruduct ) yang diadakan setiap tahun di malaysia ditayangkan di kompasiana……..senang dan banyak juga yang baca, mungkin kerana penulisnya Novri bukan kerana saya-nya……hehe.
Saya tidak mau berhenti, saya pancing Prof, Nurtjahjadi…….pak kita kopi darat yuk?………..eh ternyata pancingan saya langsung kena ikan lumba lumba……..haha. Siapa takut jawabnyaa waktu itu
Datanglah dia Prof. Nur ketempat saya kerja, setelah saya kasih tahu denahnya……….gampang ya carinya dia memulai pembicaraan setelah jumpa ditempat kerja saya, dia pakai baju kuning dan dasi merah menyala waktu itu, ngejreng banget enggak, hehe…….sudah ketularan gaya malaysia rupanya dia, suka yang seronok.
Trus?
Ya itu sampailah hari ini, saya banyak menulis di kompasiana setelah diajari oleh Prof. Nurtjahjadi. teknis menuli di kompasiana, jadilah saya penulis yang ketagihan sampai hari ini, sekalian meneruskan Prof. Nurtjahjadi menulis yang katanya lagi ngambek, kerana ada tulisannya yang dipotong potong atau entah apa lagi oleh admin…hehe.
Kalau saya mah biar saja, lah panci pancinya dia, suka suka dia dong! ah!
Dari sekian banyak tulisan saya dikompasiana itu , semakin kesini, saya merasa dikroyok oleh orang orang malaysia, semakin banyak saja orang malaysia yang membaca tulisan saya, cuma hanya untuk membaca dan berkomentar, saya cek memang benar tidak ada tulisan, cuma untuk menjagawa gawang sahaja dan tendang bola supaya tidak kebobolan….olalala
Malah ada ne, kompasianer malaysia yang terang terangan memberitahu, saya baca kompasiana cuma kerana ada tulisan pak andika, kalu enggak, ngapain juga.…….lage, hehehe.
Sudah ya puanjang banget, isteri sudah dari tadi bilang, abah jalannya jadi apa enggak…. hehee.
Yuk kita jalan jalan, jumpa lagi
Salam sukses untuk semua.
Jangan Lupa Jempolnya :

Berikan Tanggapan Anda .....
0 Respones to "Saya dikroyok Orang Malaysia, Mati Aku!"
Post a Comment