Efek Sinetron Anak yang Ketuker-Tuker



Cerita ini bukan Fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan tokoh, lokasi dan kejadian, wajar saja. Soalnya sinetron ini sudah berlangsung ratusan episode dan telah terkenal di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Kisah berawal dari kebahagiaan seorang nenek karena menatu dari anak sulungnya akan segera melahirkan anak dan menganugerahinya cucu pertama. Karena terjadi sedikit masalah dengan kehamilan si menantu, maka terpaksa si menantu harus melahirkan di Rumah Sakit, operasi sesar pula. Sebagai informasi rakyat Majalengka sangat jarang melahirkan di Rumah Sakit, lebih sering melahirkan dengan bantuan bidan atau dukun beranak, lagian di Majalaengka cuma punya dua biji Rumah Sakit yang kalau di bilang tak layak keterlaluan juga, yang kalau di bilang layak, dari segi apanya yang disebut layak. OKeh, lanjut ke kisah si Nenek.

Operasi sesar berlangsung baik, namun si bayi yang prematur harus menjalani perawatan terpisah di ruangan khusus perawatan bayi. Ketika Seorang perawat membawa si bayi keruang perawatan bayi, si Nenek menguntit dari belakang. Si perawat yang merasa terganggu bertanya:

Perawat: ada apa nek?

Nenek: cucu saya mau dibawa kemana?

Perawat: ke ruang perawata bayi nek! soalnya cucu nenek prematur, jadi harus mendapatkan perawatan intensif.

Setelah itu si perawat langsung ngeloyor ke ruamg perawatan bayi. Namun si nenek tetap menguntit si perawat.

perawat kesal : ada apa lagi sih, nek?

Nenek: cucu saya gak bakal di apa-apain kan? apa gak bakalan ketuker

Perawat: ya ampun nenek, gak bakalan kok!

Perawat terus ngeloyor lagi. mulai kesal dengan tingkah si nenek. Ketika sampai di pintu ruang perawatan bayi, si nenek tetap menguntit masuk. Namun karena semakin kesal si perawat menghardik si Nenek

Perawat : nenek tenang aja, gak bakalan ketuker kok. nih bayinya udah di kasih gelang ada namanya, bayi nyo-nya- sa-ri-. gak percaya banget sih!!!

Si nenek tak menyerah, ia ingin sekali menjaga cucunya dari kemungkinan-kemungkinan buruk. maka nenekpun memutuskan untuk mengawasi si cucu dari jendela kaca ruang perawatan bayi. Namun karena si perawat sudah kesal akhirnya si perawat menutup gorden jendela kaca tersebut dari dalam.

***

Sekarang, si bayi telah tumbuh dan mulai bisa menelungkup. sudah di kasih nama pula. Sang nenekpun sudah lupa pada kekhawatiran cucunya akan tertukar tapi pagi ini ketika si nenek menonton berita tentang mentri kesehatan batal mengumumkan susu yang terkontaminasi bakteri sakazakii si nenek ngedumel:

“mun boga duit mah, ku kuring dituntut eta mentri kasehatan” (kalau punya duit, gue tuntut tuh mentri kesehatan!)

Kasihan banget orang Indonesia…….

Ufahrisa

labil!


Jangan Lupa Jempolnya :


Berikan Tanggapan Anda .....

0 Respones to "Efek Sinetron Anak yang Ketuker-Tuker"

Post a Comment

 

Dibutuhkan Bulan ini :

Paling Dibutuhkan :

Dibutuhkan Minggu Ini

© 2011 Bangunlah negeriku PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info