Anis, Detik, Mahasiswa Mesir dan Jatidiri Anak Bangsa
Berawal dari berita yang dimuat oleh detik.com hari minggu 5 feb 2011 yang lalu tentang pernyataan kontroversi politisi PKS yang juga sebagai wakil ketua DPR menyikapi perkembangan di Mesir. kesimpulan yang dapat dibaca oleh pembaca detik.com adalah bahwa kader-kader PKS yang sedang studi di MEsir ikut terlibat dalam upaya menggulingkan pemerintahan Hosni Mubarak. Pernyataan yang dilansir detik.com berasal dari Anis Matta ini sontak menjadi sasaran para kompasianers. Berbagai tanggapan tertuang namun lebih banyak adalah tanggapan yang mengecam baik ke pribadi Anis Matta maupun ke PKS yang menjadi partainya. Dari tanggapan yang halus sampai “isi perutnya” dikeluarkan.
Di alam reformasi seperti sekarang ini, tanggapan seperti itu sah-sah saja sebagai bentuk kebebasan berpendapat. Apalagi dilindungi undang-undang, walaupun sebaliknya harus hati-hati sebab bisa juga menjadi bumerang bagi yang menulis tentang seseorang kemudian orang tersebut tidak berkenan kemudian diperkarakan.
Patut disayangkan tanggapan-tanggapan yang muncul seringkali mengedepankan negatif thinking dan rasa kebencian tanpa melihat lagi kepada data-data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kompasiana sebagai salah satu media bagi penggiat/hobis para penulis yang baru belajar maupun yang sudah expert seharusnya bisa me-manage fasilitas dengan baik sehingga bisa menjadi wadah bagi pembentukan jatidiri anak bangsa yang positif. Bukan jatidiri yang mengobarkan permusuhan sesamanya.
wallahu’alam
Di alam reformasi seperti sekarang ini, tanggapan seperti itu sah-sah saja sebagai bentuk kebebasan berpendapat. Apalagi dilindungi undang-undang, walaupun sebaliknya harus hati-hati sebab bisa juga menjadi bumerang bagi yang menulis tentang seseorang kemudian orang tersebut tidak berkenan kemudian diperkarakan.
Patut disayangkan tanggapan-tanggapan yang muncul seringkali mengedepankan negatif thinking dan rasa kebencian tanpa melihat lagi kepada data-data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kompasiana sebagai salah satu media bagi penggiat/hobis para penulis yang baru belajar maupun yang sudah expert seharusnya bisa me-manage fasilitas dengan baik sehingga bisa menjadi wadah bagi pembentukan jatidiri anak bangsa yang positif. Bukan jatidiri yang mengobarkan permusuhan sesamanya.
wallahu’alam
By :Chairul Walid
Jangan Lupa Jempolnya :
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Berikan Tanggapan Anda .....
0 Respones to "Anis, Detik, Mahasiswa Mesir dan Jatidiri Anak Bangsa"
Post a Comment