Nurdin Halid, Mundurlah Selagi Mampu!
oleh Mas Lingga
Dunia persepakbolaan kita berada pada titik nadirnya, prestasi yang diharapkan tak pernah kunjung datang. Parahnya, organisasi tertinggi sepak bola negeri ini di ketuai oleh mantan narapidana dan beberapa waktu dikelola dari balik jeruji. Sungguh sulit membayangkan bagaimana seorang nara pidana mengurusi sebuah oraganisasi besar dari balik sel.
Tapi, hingga kini tokh Nurdin tak bisa dilengserkan. Bahkan FIFA sekalipun tak dihiraukan oleh Nurdin Cs. Presiden RI dengan dalih “tak mau mengintervensi” nya pun seperti membuat Nurdin makin pongah. Padahal kita bersama sadar, apalah gunanya PSSI diakui oleh FIFA sementara kita tak pernah memiliki kesempatan untuk tampil di event-event yang diselenggarakan FIFA. Jadi, tak ada salahnya kalau keanggotaan PSSI dikoreksi FIFA terlebih dahulu baru kemudian kita kembali bangkit dari awal.
Ketangguhan Nurdin kerap dibanding-bandingkan dengan ketangguhan Soeharto dalam memegang pucuk kekuasaan RI selama 32 tahun. Parahnya, Soeharto yang telah “banyak” memberikan “jasa” pada negeri ini saja masih bisa dilengserkan. Lantas kenapa Nurdin yang tak memberikan apa-apa, malah merongrong tapi tak bisa dilengserkan?
Rezim Soeharto berakhir dengan tidak manis. Demonstrasi dan chaos besar-besaran membuatnya tak mampu lagi mempertahankan kursi yang telah lebih dari 30 tahun didudukinya. Meskipun akhirnya ia mundur, namun nyatanya kita salah. Kita menurunkan beliau di saat beliau memang hendak turun, kenapa bisa demikian? ya karena negara ini sudah dililit hutang yang sedemikian besar, permasalahan internal negara yang akut dan KKN terorganisir di segala sendi. Seharusnya, meminta Soeharto itu turun ketika dia telah melunasi utang-utang yang dia tumpuk.
Kita, jangan sampai terjatuh ke lubang yang sama untuk ke dua kalinya. Meminta Nurdin turun setelah dia memporak-porandakan dunia persepakbolaan negeri ini, sama seperti membebaskannya dari tanggungan yang harus dia jawab. Kita tak cukup meminta Nurdin turun, tapi dia juga harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan selama ini. Tentu saja dengan harga yang pantas.
Kalau kita agak jeli, sebenarnya ada beberapa hal yang membuat Nurdin Halid tetap berada di atas tanpa tersentuh :
1. Inilah Point terpenting. Tak sekatanya insan sepak bola Indonesia. Artinya, tak semua orang memang menghendaki Nurdin turun. Jadi, klaim Nurdin tak salah. Memang yang menghendaki Nurdin turun itu tak lebih dari 40%. Klub-klub yang berlaga di ISL merupakan representasi dari suara tersebut. Jika, memang mereka tak setuju dengan kepemimpinan Nurdin, mengapa tak semua membelot ke LPI? Kalau saja 70 % klub yang berada dibawah naungan PSSI pindah ke LPI, maka PSSI akan hancur dengan sendirinya
2. Nurdin dibackingi oleh orang penting.
3. .Solidnya kongkalikong antar lini pejabat inti PSSI. Nurdin membuat PSSI seolah kerajaannya dengan beberapa abdi-abdi yang senantiasa patuh dan tunduk pada perintahnya.
4. Supporter Indonesia juga tidak sekata. Kasus terbaru bisa kita lihat dari keluhan Persema pada Aremania. Dimana, sekarang Aremania tak lagi vokal meminta Nurdin turun. Suara Aremania kini telah sayup-sayup sampai. Dan perlahan hilang. Tanya kenapa?
Jangan Lupa Jempolnya :

Berikan Tanggapan Anda .....
0 Respones to "Nurdin Halid, Mundurlah Selagi Mampu!"
Post a Comment